Cabang Kedelapan: Iman Kepada Hasyr (Dikumpulkannya Makhluk di Mahsyar)
Iman kepada hasyr adalah meyakini bahwa semua makhluk setelah dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan akan digiring ke Mahsyar, yaitu suatu tempat berkumpul, berupa padang putih yang. luas, rata dan lurus, tak ada kelokan dan gundukan. Tak ada bukit . yang dapat digunakan manusia untuk bersembunyi atau jurang untuk berlindung dari pandangan mata. Mahsyar adalah satu tanjakan yang membentang, tanpa naik turun. Mereka akan digiring ke sana secara berbondong-bondong.
Tingkatan manusia dalam iring-iringan menuju Mahsyar ini berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatan mereka di dunia. Ada yang menaiki kendaraan, yaitu orang- orang yang bertakwa. Ada yang jalan dengan kakinya, yaitu orang-orang Islam yang kurang beramal (sedikit amal baiknya). Ada yang berjalan dengan wajahnya (kepalanya) atau jungkir, yaitu orang-orang kafir. Dari tempat berkumpul itu kemudian mereka diarahkan ke surga atau neraka.
Setelah itu mereka akan melewati jembatan (Sirat). Dalam hal ini umat Muhammad terbagi menjadi tujuh macam golongan, yaitu:
1. Shiddiquun ( قيدصلا ) yaitu orang-orang yang suka pada kebenaran atau sangat Membenarkan ajaran Nabi. Mereka berjalan melintasi Sirat dengan kecepatan tinggi bagaikan petir yang menyambar.
2, ‘Alimun ( نولاعلا ), yaitu orang-orang yang alim. Mereka berjalan melintasi Shiraf bagaikan angin yang bertiup kencang.
3. Budala'( ءلادبلا ), yaitu para wali Abdal (mulya). Mereka berjalan melintasi Sirat bagaikan burung yang terbang dalam waktu yang singkat.
4. Syuhada ( ءادهشلا ), yaitu orang-orang yang mati syahid. Mereka berjalan melintasi
Sirat bagaikan kuda balap dalam waktu setengah hari.
5. Hujjaj ( جاجحلا ), yaitu orang-orang yang telah menunaikan ibadah haji dengan baik. Mereka berjalan melintasi Sirat dalam waktu sehari penuh.
6. Muthi ‘uun ( نوعيطملا ), yaitu orang-orang yang taat beribadah kepada Allah. Mereka berjalan melintasi Sirat dalam waktu sebulan. –
7. ‘Ashun ( نوصاعلا ), yaitu orang-orang yang durhaka (berbuat maksiat), tetapi masih memiliki iman. Mereka meletakkan telapak kaki pada Sirat, sementara dosa-dosanya ada di punggung mereka. Ketika mereka berjalan melintasinya, api neraka Jahanam akan menjilat mereka. Tetapi saat itu api Jahanam melihat sinar iman di dalam hati mereka, maka berkatalah ia: “Selamatlah kau wahai orang yang beriman. Sesungguhnya sinarmu memadamkan baraku.” Keterangan ini sebagaimana dikemukakan oleh Imam Muhammad Al-Hamdani.
Di padang Mahsyar semua, makhluk merasa malu ketika dihadapkan kepada Tuhan Yang Maha Perkasa. Masing-masing sibuk dengan dirinya sendiri, bertebaran bagaikan laron. Teman-teman dekat bertemu, saling melihat dan saling mengenal, tetapi mereka tidak saling menyapa. Mereka dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat dan berjalan kaki.
Rasulullah Saw, bersabda:
Artinya: “Manusia dibangkitkan dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat dan belum dikhitan. Mereka akan dikendalikan oleh keringat yang mencapai daun telinga.”









One Comment