Macam ketiga: Fi’il yang ditambahkan tiga huruf pada Tsulatsi dan terdiri dari empat bab.
15. BAB KELIMA BELAS
Bab pertama : Yang sama wazannya adalah seperti Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari enam huruf dengan tambahan Hamzah, Siin dan Taa’ pada awalnya. Penggunaan bentuk fi’il ini pada umumnya adalah sebagai fi’il muta’addi dan kadang-kadang fril lazim.
Contoh muta’addi seperti: (Zaid mengeluarkan harta).
Contoh fi’il lazim seperti: (Tanah liat itu menjadi keras).
Ada yang mengatakan: Untuk meminta perbuatan seperti: yakni aku minta ampun dari Allah .
16. BAB KEENAM BELAS
Bab kedua: Mauzunnya (yang sama dengan wazannya) ialah . Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari enam huruf dengan tambahan hamzah pada awalnya dan satu huruf lain dari jenis “Ain fi’ilnya dan Waawu di antara dan Penggunaan bentuk fi’il ini adalah untuk meningkatkan fi’il lazim, karena dikatakan: apabila tumbuh di atas muka bumi. Dan dikatakan: apabila banyak tanaman di muka bumi.
17. BAB KETUJUH BELAS
Bab ketiga: . Yang sama dengan wazannya adalah Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari enam huruf dengan tambahan hamzah pada awalnya dan dua waawu antara dan Penggunaan bentuk fi’il ini juga untuk meningkatkan fi’il lazim, karena l . . . dikatakan: apabila unta itu berjalan cepat. Dan dikatakan: apabila unta itu berjalan dengan sangat cepat.
18. BAB KEDELAPAN BELAS
Bab keempat: Yang sama dengan wazannya ialah . Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari enam huruf dengan tambahan hamzah pada awalnya dan Alif antara dan dan satu huruf lain dari jenis Laam fi’ilnya pada akhirnya. Penggunaan bentuk fr’il ini untuk meningkatkan fr’il lazimnya. Akan tetapi bab ini lebih dalam artinya dari bab , karena dikatakan: apabila ia mempunyai warna merah. Dan dikatakan: apabila ia mempunyai warna merah yang sangat. Dan dikatakan: 253 apabila ia mempunyai warna merah lebih banyak lagi.








One Comment