29. BAB KEDUA PULUH SEMBILAN
Bab pertama: Yang sama dengan wazannya ialah Wara . Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari lima huruf dengan tambahan Taa’ pada awalnya dan satu huruf lain dari jenis Laam Fi’ilnya pada akhirnya. | penggunaan bentuk fi’il ini adalah sebagai fril lazim.
30. BAB KETIGA PULUH
Bab kedua: . Yang sama dengan wazannya ialah . Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari lima huruf dengan tambahan Taa’ pada awalnya dan Waawu antara dan . Penggunaan bentuk fril ini adalah sebagai fi’il lazim. Contoh: (Zaid memakai kaus kaki).
31. BAB KETIGA PULUH SATU
Bab ketiga: . Yang sama dengan wazannya ialah . Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari lima huruf dengan tambahan Taa’ pada awalnya dan Yaa’ antara dan Penggunaan bentuk fi’il ini adalah sebagai fi’il lazim. Contoh:
32. BAB KETIGA PULUH DUA
Bab keempat: Yang sama dengan wazinnya . dari ialah . Tandanya ialah fril maadhinya terdiri lima huruf dengan tambahan Taa’ pada awalnya dan Waawu antara dan Penggunaan bentuk fril ini adalah sebagai fi’il lazim. .Contoh:
33. BAB KETIGA PULUH TIGA
Bab kelima: Yang sama dengan wazannya ialah . Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari lima huruf dengan tambahan Taa’ pada awalnya dan Yaa’ pada akhirnya. Penggunaan bentuk fi’il ini adalah sebagai fi’il lazim.
Contoh: , yakni berbaring di atas punggungnya. Yakni sesungguhnya penggolongan dalam fi’il-fi’il ini adalah dengan tambahan selain Taa’ misalnya. Penggolongannya dalam adalah dengan mengulangi Baa’ Sedangkan Taa’ masuk dengan arti muthawa’ah sebagaimana halnya pada karena ilhaag-nya tidak terjadi di awal kata, tetapi di tengah dan akhirnya sebagaimana dijelaskan dalam Syarah Al-Mufashshal. Dan dua bab untuk yang menyamai




One Comment