26. BAB KEDUA PULUH ENAM
Macam pertama : Yaitu yang ditambahkan padanya satu huruf pada Ruba’iy mujarrad dan hanya ada satu bab. Wazannya: Yang sesuai dengan wazannya ialah Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari lima huruf dengan tambahan Taa’ pada awalnya. Penggunaan bentuk fr’il ini adalah untuk muthawa’ah.
Contoh: (Aku menggelindingkan batu itu, maka batu itu menggelinding).
Macam kedua: Fi’il yang ditambahkan padanya dua huruf untuk Ruba’iy dan ada dua bab:
27. BAB KEDUA PULUH TUJUH
Bab pertama: Yang sama dengan wazannya ialah . Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari enam huruf dengan tambahan Hamzah pada awalnya dan Nuun antara dan yang pertama. Penggunaan bentuk fril ini adalah untuk muthawa’ah pula.
Contoh: (Aku gabungkan unta-unta itu, maka berkumpullah unta itu).
28. BAB KEDUA PULUH DELAPAN
Bab kedua: Yang sama dengan wazannya ialah . Tandanya ialah fi’il maadhinya terdiri dari enam huruf dengan tambahan Hamzah pada awalnya dan satu huruf lain dari jenis Laam yang kedua pada akhirnya. Penggunaan bentuk fi’il ini untuk meningkatkan fril lazimnya, karena dikatakan: apabila rambut kulitnya berdiri. Dan dikatakan apabila rambut kulitnya berdiri dengan sangat.
Lima bab darinya adalah seperti









One Comment