BAB VIII MACAM-MACAM RIWAYAT
Al-Mudabbaj
Al-Mudabbaj adalah macam riwayat yang dilakukan oleh masing- masing dua kawan yang saling meriwayatkan dari satu dengan lainnya.
Riwayat Mudabbaj ini kadang terjadi di antara sahabat, seperti Aisyah r.a. dengan Abu Hurairah r.a., masing-masing sama meriwayatkan dari pihak yang lain. Kadang-kadang terjadi di antara tabiin, seperti periwayatan Az-Zuhri dengan Ibnu Zubair. Az-Zuhri meriwayatkan dari Ibnu Zubair dan sebaliknya. Kadang terjadi di antara tabiit-tabiin, seperti Malik dan Al-Auza’i, Ahmad bin Hambal dan Ali bin Al-Madiniy, dari generasi sesudah tabiit-tabiin.
Masing-masing dua orang yang sekawan tersebut, saling meriwayatkan dari pihak yang lain tanpa perantaraan. Ada pula yang dengan perantara, seperti Malik dan Al-Laits, masing-masing saling meriwayatkan dari yang lain dengan perantara Yazid bin Al-Hadi.
Ghairu Mudabbaj
Riwayat Ghairu Mudabbaj adalah macam riwayat yang dilakukan oleh salah satu dari dua orang yang berkawan, dari lainnya, tetapi teman yang lain ini tidak meriwayatkan dari temannya tersebut. Sebagaimana riwayat Al-A’masy dan At-Taimi.
Syarat dalam Riwayat Al-Mudabbaj
Di dalam riwayat Al-Mudabbaj disyaratkan ada kesamaan usia dan sama-sama mengambil dari guru-guru. Sedangkan dalam riwayat Ghairu Mudabbaj, cukup disyaratkan harus sama dalam salah satu dari dua syarat riwayat mudabbaj.
Riwayatul Aqran
Riwayatul Aqran ialah perawi yang memiliki kesamaan dengan orang yang memberi riwayat kepadanya dalam usia atau guru-guru hadis, sebagaimana riwayat Al-A’masy dari At-Taimi. Riwayatul
Aqran ini sinonim dengan Ghairu Mudabbaj.
Riwayatul Akabir ‘Anil Ashaghir
Riwayatul Akabir ‘Anil Ashaghir adalah periwayatan hadis seoranh rawi yang lebih tua usianya dari rawi yang lebih mida usianya, yang diperoleh dari seorang guru, seperti riwayat Az – Zuhri dan Malik. Az – Zuhri lebih tua usianya dan lebih dulu generasinya daripada Malik.
Termasuk dalam pengertian riwayatul Akabir ‘Anil Ashaghir adalah:
- Riwayat sahabat dari tabiin.
- Riwayat tabiin dari tabiit-tabiin.
- Riwayat bapak dari anak, sebagaimana riwayat Al-‘Abbas bin Abdul Muttalib, dari putranya, Al-Fadhlu tentang hadis: “Sesungguhnya Rasulullah saw. menjamak antara dua salat di Muzdalifah.”
Faedah Mengetahui Riwayatul Akabir ‘Anil Ashaghir
Faedah mengetahui riwayatul akabir ‘anil ashaghir ini, adalah untuk menghindari persangkaan bahwa pada sanadnya terjadi pemutarbalikan dan menjauhkan persangkaan kebanyakan orang, bahwa perawi yang menceritakan hadis (guru), tentu lebih tua dan lebih mulia.
Riwayatul Ashaghir ‘Anil Akabir
Riwayatul Ashaghir ‘Anil Akabir adalah periwayatan hadis seseorang dari orang yang lebih tua dan diperoleh dari para guru.
Termasuk dalam pengertian Riwayatul Ashaghir ‘Anil Akabir adalah riwayat anak dari bapaknya, seperti riwayat Ad-Darimi dari ayahnya, dari Rasulullah saw.




One Comment