BAB VII KLASIFIKASI HADIS BERDASARKAN SIFAT DAN KEADAAN RAWI KETIKA MERIWAYATKAN
Hadis Musalsal
Hadis Musalsal, adalah hadis yang rawi-rawi dalam sanad atau periwayatannya saling mengikuti seorang demi seorang pada satu sifat.
Saling mengikutinya rawi-rawi seorang demi seorang pada suatu sifat itu lebih umum, dan mencakup perkataan, perbuatan atau perkataan dan perbuatan sekaligus.
Misal pertama, yakni Musalsal Qauli adalah sabda Rasulullah saw. kepada Mu’adz r.a.: “Hai, Mu’adz, sesungguhnya aku mencintaimu, maka ucapkanlah setiap selesai mengerjakan salat: ‘Ya, Allah, bantulah aku, agar aku dapat zikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan baik”
Hadis tersebut disebut Musalsal Qauly, sebab setiap rawi selalu berkata: “Saya mencintaimu” kepada orang yang di beri riwayat (hadis).
Misal kedua, yakni Musalsal Fi’ly, adalah hadis Abu Hurairah r.a. :
” Abu Al-Qasim saw. menjalinkan tangannya dengan tanganku dan bersabda: ‘Allah telah menciptakan bumi pada hari sabtu, gunung pada hari ahad, pohon pada hari senin, perkara yang tidak disukai pada hari selasa, cahaya pada hari rabu, binatang pada hari kamis dan Adam pada hari jum’at. “
Hadis tersebut disebut Musalsal Fi’ly, sebab setiap rawi bila meriwayatkan hadis tersebut, selalu menjalinkan tangannya kepada tangan orang yang diberi riwayat.
Misal ketiga, yakni hadis Musalsal Qauly dan Fi’ly adalah hadis Anas r.a.:
” Seorang hamba tidak akan menemukan kelezatan iman hingga beriman pada takdir, baik dan buruknua, manis dan pahitnya. “
Beliau setelah menyampaikan hadis tersebut menggenggam jenggotnya dan bersabda : “Aku beriman pada takdir, baik maupun buruk, manis maupun pahit. ”
Anas melakukan dan mengatakan seperti apa yang dilakukan dan diucapkan Rasulullah sesudah memberi hadis tersebut kepada orang lain. Begitu pula seterusnya.
Kadang-kadang tasalasul itu terjadu ada sebagian besar sanad, aebagaimana hadis Awwaliyah (yang dimulai dengan kalimat permulaan) sanadnya akan berakhir kepada Sufyan Ats-Tsaury.
Adapun susul – menyusul periwayatan hadis dengan mengikuti satu sifat tertentu, maka sifat itu bisa berupa shighat meriwayatkan hadis, zaman meriwayatkan, tempat meriwayatkan atau tanggal meriwayatkan.
Misal pertama yang berkaitan dengan shighat meriwayatkan adalah bila setiap rawi dalam meriwayatkan hadis menggunakan shighat أنبأني” , “حدثني” ” atau lainnya.
Misal kedua, yakni sifat musalsal yang berkaitan dengan zaman adalah sabda Nabi saw.: ” Mengerat kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan itu pada hari kamis, sedangkan mandi, memakai parfum dan ganti pakaian pada hari jum’at. “
Misal ketiga, yakni sifat musalsal yang berkaitan dengan tempat meriwayatkan adalah hadis musalaal tentang doa yang diijabahi di tempat yang bernama multazam.
Misal keempat, yakni musalsal yang berkaitan dengan tarikh (tanggal) adalah musalsal dengan kalimat akhir, sebagai mana keberadaan rawi selaku perawi paling akhir yang meriwayatkan dari gurunnya, dan ketika meriwaytkan rawi selalu mengucapkan kata ( Fulan memberi tahu aku, dan aku orang yang paling terakhir meriwayatkan hadis darinya).




One Comment