PROLOG
Dengan nama: Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Aku memulai segala (pekerjaan) dengan menyebut salah satu nama dari nama-nama Allah swt. Hal ini bermakna, segala hal yang aku inginkan perwujudannya semata hanya dalam bentuk kiasan dari nama-nama Allah saja dan hanya Allah sendiri yang mampu mengejawantahkan nama-nama-Nya secara hakiki. Dialah Pelaku yang sebenar-benarnya, sedangkan aku hanya sebagai pelaku majasi.
Hal yang tampak bagiku adalah kiasan, sedangkan bagi-Nya adalah hakikat. Sementara hal yang tersembunyi bagiku adalah hakikat, sedangkan bagi-Nya adalah kiasan. Itu terjadi karena wujud hamba dan Tuhan memang terjadi berdasarkan pada
hukum akal dan syariat. Hanya kepada-Nya segalanya kembali, yaitu kepada “wujud hakiki” yang mana tingkatan spiritual tidak berlaku lagi. Tidak ada lagi istilah hamba dan Tuhan karena hanya ada Allah, tidak ada Tuhan selain-Nya.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Sayidina Muhammad.
“Al-Hamdu” adalah sifat wujud kauni (keberadaan yang kasat mata) atas wujud ‘aini Allah (keberadaan yang tidak dapat diindra) yang Mahaindah dan Mahakaya. Dengan demikian, penghalang (hijab) adalah rahmat, seperti yang dinyatakan oleh penyair,
Kalau aku tampak tanpa hijab Pasti kuperbudak semua makhluk Tetapi dalam hijab ada kelembutan Dengannya hati pecinta jadi hidup.
Baca selengkapnyan dalam versi PDF dibawah ini
Untuk dapat membaca terjemahannya, diperlukan browser yang mendukung buka aplikasi PDF.
Jika anda tidak dapat membacanya, berarti anda harus mengganti browser yang dapat membaca aplikasi PDF.
Dan sebaiknya anda buka di komputer atau laptop dan gunakan aplikasi Google Chrome untuk hasil yang lebih maksimal
Miftah-al-Maiyah-Abdul-Ghani-al-Nabulsi-In-Indonesian-PDF








One Comment