Fiqh

Terjemahan Kitab Matan Taqrib

فَصْلٌ: وَنِصَابُ الذَّهَبِ عِشْرُونَ مِثْقَالاً وًفِيهِ رُبْعُ العُشُرِ وَهُوَ نِصْفُ مِثْقَالٍ وَفِيمَا زَادَ بِحِسَابِهِ، وَنِصَابُ الوَرِقِ مِائَتَا دِرْهَمٍ وَفِيهِ رُبْعُ العُشُرِ وَهُوَ خَمْسَةُ دَرَاهِمَ وَفِيمَا زَادَ بِحِسَابِهِ وَلاَ تَجِبُ فِي الحُلِيِّ المُبَاحِ زَكَاةٌ

Nisab emas adalah 20 miskal (96 gram). Untuk jumlah ini zakatnya seperempatnya sepersepuluh (2.5%) yaitu sama dengan 1/2 miskal. Untuk selebihnya (dizakati) menurut perhitungan.

Nisab perak adalah 200 dirham (200 talen atau 672 gram) untuk jumlah ini zakatnya seperempatnya sepersepuluh (2.5%) yaitu (sama dengan) 5 dirham. Untuk selebihnya (dizakati) menurut perhitungannya. Untuk perhiasan emas perak yang mubah (diperbolehkan) tidaklah wajib dizakati.

فَصْلٌ: وَنِصَابُ الزُّرُوعِ وَالثِّمَارِ خَمْسَةُ أَوْسُقٍ وَهِيَ أَلْفٌ وَسِتُّمِائَةِ رِطْلٍ بِالعِرَاقِي وَفِيمَا زَادَ بِحِسَابِهِ وَفِيهَا إنْ سُقِيَتْ بِمَاءِ السَّمَاءِ أَوْ السَّيْحِ العُشْرُ وَإِنْ سُقِيَتْ بِدُوْلاَبٍ أَوْ نَضْحٍ نِصْفُ العُشْرِ

Nisah hasil pertanian dan buah-buahan itu 5 ausuq yaitu 1600 kati menurut neraca negeri Irak.[1] Untuk selebihnya (harus dizakati) menurut perhitungannya. Dan untuk jumlah 5 ausuq tersebut, jika diairi dengan air hujan atau air sungai (yang mengalir sendiri ke sawah) maka zakatnya sepersepuluhnya (10%). Jika diairi (dengan air sungai atau perigi yang ditimba) dengan kerekan atau alat penyiram (yang digerakkan oleh tenaga binatang) maka zakatnya setengahnya sepersepuluh (5%).

فَصْلٌ وَتُقَوَّمُ عُرُوضُ التِّجَارَةِ عِنْدَ آخِرَ الحَوْلِ بِمَا اشتُرِيَتْ بِهِ وَيُخْرَجُ مِنْ ذَلِكَ رُبْعُ العُشْرِ وَما اسْتُخْرِجَ مِنْ مَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ يُخْرَجُ مِنْهُ رُبْعُ العُشْرِ فِي الحَالِ وَمَا يُوجَدُ مِنَ الرِّكَازِ فَفِيهِ الخُمْسُ

(Hendaklah) dihitung barang-barang dagangan itu ketika akhir tahun dengan harga berapa barang-barang itu telah dibeli. Dan wajiblah dikeluarkan dari harga barang-barang dagangan itu (jika telah mencapai nisabnya) seperempatnya sepersepuluh (2.5%).

Apa yang telah digali dari tambang emas dan perak, harus dikeluarkan (zakat) dari padanya sepertempatnya sepersepuluh (2.5%) seketika itu juga. Dan apa yang didapat dari rikaz (barang-barang terpendam dari jaman jahiliyah) zakatnya adalah seperlima (20%)

فَصْلٌ: وَتَجِبُ زَكَاةُ الفِطْرِ بِثَلاَثَةِ أَشْيَاءَ: الإسْلاَمُ وَبِغُرُوبِ الشَّمْسِ مِن آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ وَوُجُودُ الفَضْلِ عَنْ قُوتِهِ وَقُوتِ عِيَالِهِ فِي ذَلِكَ اليَوْمِ وَيُزَكَّى عَنْ نَفْسِهِ وَعَمَّنْ تَلْزَمُهُ نَفَقَتُهُ مِنَ المُسْلِمِينَ صَاعاً مِن قُوتِ بَلَدِهِ وَقَدْرُهُ خَمْسَةُ أُرْطَالٍ وَثُلْثٌ بِالعِرَاقِي

Wajib zakat fitrah karena tiga hal: (a) Islam; (b) terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadan; (c) adanya kelebihan dari makanan keluarganya untuk hari itu.

فَصْلٌ: وَتُدْفَعُ الزَّكَاةُ إِلَى الأَصْنَافِ الثَّمَانِيَةِ الَّذِينَ ذَكَرَهُمُ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ العَزِيزِ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى: إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللهِ وَابْنِ السَّبِيلِ. وَإلَى مَنْ يُوجَدُ مِنْهُم وَلاَ يَقْتَصر عَلَى أَقَلِّ مِنْ ثَلاَثَةٍ مِن كُلِّ صِنْفٍ إلَّا العَامِلَ

Zakat (haruslah) diberikan kepada 8 (delapan) golongan yang telah disebutkan oleh Allah di dalam firmannya: “Sesungguhnya zakat-zakati itu hanyalah diberikan kepada orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pekerja urusan zakat (amil zakat), orang-orang yang dijinakkan hatinya (karena baru memeluk Islam), hamba sahaya yang sedang berikhtiar menebus dirinya untuk jadi orang merdeka, orang-orang yang punya hutang (karena kepentingan agama), orang yang berperang untuk agama Allah (tanpa gaji dari pemerintah) dan musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan”, Dan kepada siapa saja yang bisa didapat dari mereka ini zakat harus diberikan, bila ternyata tak bisa didapat kesemuanya). Dan sedikitnya tidak boleh kurang dari 3 orang (yang harus diberi zakat) dari tiap golongan di atas kecuali amil (amil boleh hanya seorang).

وَخَمْسَةٌ لاَ يَجُوزُ دَفْعَهَا إِلَيْهِم الغَنِيُّ بِمَالٍ أَوْ كَسْبٍ وَالعَبْدُ وَبَنُو هَاشِمٍ وَبَنُو المُطَّلِبِ وَالكَافِرُ وَمَنْ تَلْزَمُ المُزَكِي نَفَقَتُهُ لاَ يَدْفَعُهَا إِلَيْهِم بِاسْمِ الفُقَرَاءِ وَالمَسَاكِينَ

5 (lima) orang yang zakat tak boleh diberikan kepada mereka: (1) orang yang kaya uang atau pencaharian; (2) hamba sahaya; (3) Bani Hasyim dan Bani Mutalib; (4) orang kafir. (5)Orang-orang yang nafkahnya menjadi tanggungan orang yang zakat tidak boleh zakat itu diberikan kepada mereka dengan nama fakir miskin.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker