Adapun 4 hal yang patut engkau lakukan adalah :
1. Hendaklah engkau mencintai Allah. Dan bila ada orang lain melakukan hal yang sama, engkaupun rela, tidak merasa kecewa atau marah. Perbuatan yang engkau tidak rela dikerjakan oleh hamba terhadap dirimu itu, Allah Ta’ala juga tidak rela dari engkau, padahal hakekatnya Allah adalah yang menguasai dan Tuhanmu.
2. Setiap kamu melakukan suatu perbuatan yang berhubungan dengan orang lain, maka lakukanlah dengan penuh cinta dan kasih sayang, seperti kamu menyayangi dirimu sendiri, Iman seseorang dikatakan belum sempurna, sebelum ia dapat mencintai orang lain sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri
3. Bila engkau mendapatkan ilmu baru, maka patutlah ia memperbaiki hati, dan membersihkan jiwamu. Bila engkau mengetahui bahwa umurmu hanya tinggal sepekan (seminggu), tentu engkau tidak akan menyibukkan diri dengan mempelajari
ilmu fiqih, akhlak, ushul, kalam, dan sebagainya. Sebab ilmu-ilmu itu tidak berguna lagi. Adapun yang engkau butuhkan adalah mengawasi hati, mengetahui sifat-sifat nafsu, dan meninggalkan kesenangan duniawi. Dan engkau akan melewatkan hari- harimu, dengan mendekatkan diri kepada-Nya.
Wahai anakku, dengarkanlah sepatah kata lagi nasihatku ini dan renungkanlah, sampai kamu memperoleh jalan keluar dari kesempitan dunia. Untuk itu renungkanlah sabda Rasulullah Saw di bawah ini: “Sesungguhnya Allah tidak akan melihat tampang dan perbuatanmu, tetapi Allah melihat kepada hati dan niatmu. Dan bila engkau ingin mengetahui keadaan hati, maka bacalah kitab lain.”
Ilmu ini adalah fardlu ‘ain, sedang yang lain fardlu kifayah.
Janganlah engkau mengumpulkan harta dunia lebih banyak dari persediaan setahun guna keperluan keluarga, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw., mengapa demikian? Ialah karena beliau menyediakan persediaan bekal kehidupan hanya untuk sebagian istri- istrinya, dalam hal ini beliau berdoa: Ya Allah, jadikanlah makanan keluarga Muhammad untuk sekedar cukup”.
Memang beliau tidak menyediakan persediaan tadi untuk semua istrinya, tetapi hanya untuk istri yang tergolong lemah keyakinannya. Sedangkan istri yang kuat keyakinan imannya, beliau hanya menyediakan sekedar cukup untuk satu hari atau setengah hari.
Wahai anakku, saya telah menulis dalam fasal ini permintaan-permintaanmu, maka baiklah engkau amalkan, janganlah engkau lupa padaku, dan sebutlah aku sewaktu engkau berdo’a. Adapun do’a yang engkau minta padaku, maka carilah dalam kitab Ihya’ Ulumiddin. Bacalah pada setiap waktu, khususnya setelah engkau shalat, doanya sebagai berikut:
“Ya Allah, aku mohon perlindungan kepada-Mu tentang kenikmatan yang sempurna, pemeliharaan yang kekal, rahmat yang menyeluruh, keselamatan yang nyata, kehidupan yang paling sejahtera, umur yang bahagia, kebaikan yang sempurna, pemberian yang lengkap, keutamaan yang nyaman, dan kelembutan yang paling dekat.”
“Ya Allah, berilah saya kemanfaatan! Janganlah engkau memberi kemadlaratan padaku. Ya Allah, akhirilah ajalku dengan kebahagiaan. Nyatakanlah cita-citaku dapat bertambah. Berilah kesehatan di waktu pagi dan sore. Jadikanlah tempat kembaliku kepada rahmat-Mu, curahkanlah kelebatan ampunan-Mu atas dosa-dosaku. Berilah anugerah untuk memperbaiki cacat-cacatku. Jadikanlah tagwa sebagai bekalku, dan dalam agama-Mu kesungguhanku, dan pada-Mu saya berserah diri dan berlindung.”
“Ya Allah, tetapkanlah saya di atas jalan lurus. Lindungilah saya di dunia dari perbuatan- perbuatan yang mengakibatkan penyesalan di hari kemudian. Ringankanlah saya dari keberatan-keberatan dosa. Berilah saya rizki penghidupan orang-orang yang berbakti. Peliharalah dan jauhkanlah saya dari kejahatan orang-orang yang jahat. Lepaskanlah diriku, ayah ibuku, dan sanak saudaraku dari neraka dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang memberi ampunan, Yang Pemurah dan suka menutupi cela. Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Perkasa.”
Ya Allah, ya Allah, ya Allah! Dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang. Wahai Dzat Yang Maha Awal, Yang Maha Akhir, Yang Maha Memiliki kekuatan Yang Maha Teguh, Yang Menyayangi yang miskin, Yang Maha Penyayang di antara Penyayang. Tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Suci, sesungguhnya aku termasuk mereka yang berbuat aniaya. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya pada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua. Walhamdulillaahirabbil’aalamiin.
PENUTUP
Segala puji bagi-Mu, wahai Tuhan kami. Engkau telah membenkan taufig dan hidayah-Mu kepada kami Tidaklah kami dapat melakukan sesuatu, bila Engkau tidak memberikan kemampuan pada kami. Maka, tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan-Mu, ya Allah.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu demi kedudukan Nabi-Mu Saw agar Engkau mengampuni dosa kami, sekedar keikhlasan kami, dan engkau rahmati kami sekedar apa yang Engkau ketahui dalam hati kami, berupa kerinduan kepadaMu. Ya Allah, berilah manfaat dengan risalah ini, dan segala isinya, kepada siapa suja yang membacanya.
Ya Allah, ampunilah setiap orang yang ikut serta, baik wapan maupun perbuatannya untuk menyiarkannya. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.









One Comment