Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Tashrif Al Izzi

PASAL MENGENAL AL-MU’TALL ( )

Al-Mu’tall ialah fi’il yang salah satu asalnya harfu illat, yaitu   dan   dan   . Huruf-huruf ini dinamakan huruful maddi wal liin. Pada waktu itu Alifnya berubah dari Waawu dan Yaa’ dan jumlahnya ada tujuh macam. Yang pertama ialah fi’il yang mu’tall Faa’-nya dan dinamakan  karena menyerupai fi’il yang sahih dalam memuat harakat-harakat.

Adapun Waawu, ia dihilangkan dari fi’il mudhaari’ yang mempunyai wazan   dengan tanda kasroh pada ‘Ain. ,

Dan dari mashdarnya yang mempunyai wazan   dengan tanda kasroh pada Faa’ dan selamat dalam tashrifnya yang lain.

Engkau katakan:  Fi’il amarnya  dan Nahi-nya m. Begitu pula.

Apabila kasroh dari huruf sesudahnya dihilangkan, maka diulangilah Waawu yang dihilangkan itu, seperti:  dan tetap ada pada wazan  dengan fathah seperti:  Asalnya  . Waawu-nya diubah menjadi Yaa” karena sukunnya dan adanya kasroh pada huruf yang sebelumnya.

Jika huruf yang sebelumnya bertanda dhommah, maka kembalilah Waawunya. Engkau katakan:  diucapkan dengan Waawu dan ditulis dengan Yaa.

Dan tetap ada pada   dengan dhommah seperti . Waawu dihilangkan dari  dan  dan  dan  dan  dan 

.. karena ia pada asalnya jaw dengan kasroh, lalu “Ain-nya diberi tanda (harakat) fathah karena harful halq. Waawu dihilangkan dari  karena ia berarti  dan mereka mematikan fril maadhi  dan  . Penghilangan Faa” bukti bahwa ia adalah  . Adapun Yaa”, ia tetap ada dalam keadaan apapun. Seperti:   dan   dan   . Dan engkau katakan dengan wazan   dari   yaitu   . Isim fa’ilnya   Asalnya   . Yaa’-nya diubah menjadi Waawu karena sukunnya dan tanda dhommah pada huruf yang sebelumnya. Dan pada   Waawu dan Yaa diubah menjadi Taa’ dan dimasukkan dalam Taa’   . Seperti:   dan   Dan dikatakan:   dan   . Dan   Hukum   seperti hukum   dan engkau katakan dalam fril amar ! seperti:  seperti: 

Macam kedua: Yang murtall Ain-nya dan disebut:  dan yang mempunyai tiga huruf, karena fi’il maadhinya terdiri dari tiga huruf apabila engkau memberitahu tentang dirimu seperti:   dan   : Fi’il mujarrad diubah “Ain-nya dalam fi’il maadhi menjadi Alif, menjadi Waawu atau Yaa’, karena keduanya mutaharrik dan huruf yang sebelumnya bertanda Fathah, seperti:   dan   Jika bersambung dengannya Dhamir mutakallim atau mukhathab atau jamak muannats yang tidak hadir, maka dipindahkan   dari ( ) kepada   dan dari   kepada   untuk menunjukkan keduanya.

maupun  tidak diubah apabila keduanya asli. Dhommah dan kasroh dipindah ke Faa’ dan “Ain-nya dihilangkan karena pertemuan dua sukun. Maka engkau katakan:  Dan  Apabila engkau menjadikannya bentuk l maka engkau beri tanda kasroh pada Faa” dari semuanya. Maka engkau katakan:  dan  dengan cara memindahkan dan: mengubah. Dan Plalnya dengan cara memindahkan. Dan fr’il mudhaari?’:  dan  dan Plalnya dengan memindahkan.   Dan   dan   dan Plalnya dengan cara memindahkan dan mengubah. Huruf jazm masuk kepada fi’il mudhaari’. Maka gugur ‘Ain-nya apabila huruf yang sesudahnya bertanda sukun dan tetap padanya apabila huruf sesudahnya mutaharrik. Engkau katakan:

Demikian pula kias   hingga akhirnya. Dan  hingga akhirnya.

Kiaskan fi’il amr dengannya, seperti:

  Dan dengan ta’kid seperti:   Dengan Nuun yang ringan, seperti:   dan   Dan  Dan dengan ta’kid:   dan 

Mazid Tsulatsi tidak mengandung huruf illat, kecuali empat bentuk, yaitu:   dan   , dan  dan  Apabila engkau membentuknya untuk   , engkau katakan:  dan   dan   dan .

Fiil amr darinya ialah:   dan   dan  dan 

Boleh juga seperti:   dan   dan   dan   dan   dan  dan   dan   dan  dan   dan   dan 

Demikian pula tashrif-tashrifnya yang lain.

Isim fa’il dari Tsulatsi mujarrad dijadikan mu’tal “Ain-nya dengan Hamzah, seperti:  dan 

Adapun fril mazid darinya dijadikan mu’tall dengan huruf mu’tall yang terdapat pada fi’il mudhaari” seperti:  dan  dan  dan

Isim maful dari Tsulatsi mujarrad dijadikan mu’tall dengan memindahkan dan menghilangkan huruf. Yang dihilangkan adalah Waawu dari maf’ulnya menurut Sibawaih dan “Ain fi’il menurut Abul Hasan Al-Ahfasy.

Banu Tamim menetapkan Yaa”. Maka mereka katakan:

Fiil mazid darinya dijadikan mu’tall dengan memindah dan mengubah, jika Filnya mu’tall, seperti:  dan  dan  dan

Yang ketiga adalah yang mu’tall Laam-nya. fi’il ini dinamakan  (Naagish) dan pemilik empat huruf, karena fi’il maadhinya terdiri dari empat huruf bila engkau mengabarkan tentang dirimu.

Maka yang mujarrad diubah Waawu dan Yaa’-nya menjadi Alif apabila keduanya mutaharrik dan huruf yang sebelumnya berharakat fathah. Seperti:  dan , dan  dan ,

Begitu pula fi’il yang lebih dari Tsulatsi seperti  dan  dan Dan Isim maful darinya seperti  dan  dan  Begitu pula apabila Fa’il dari Mudhaari”-nya tidak disebut seperti perkataanmu:  dan  dan  .

Adapun fi’il maadhi, maka dihilangkan Laam darinya dalam contoh:  secara mutlak dan contoh:  dan  apabila huruf yang sebelumnya bertanda fathah dan tetap pada lainnya.

Maka engkau katakan:

dan

Dan

Begitu pula  hingga akhirnya.

Engkau beri tanda fathah pada huruf yang sebelum Waawu dhamir dalam fi’il  dan  dan engkau beri tanda dhommah pada huruf yang sebelumnya dalam fi’il , dam  , karena waawu dhamirnya apabila bersambung dengan fi’il naagish setelah menghilangkan Laamnya dibiarkan dengan tanda (harakat) fathah jika huruf yang sebelumnya bertanda fathah dan diberi tanda dhommah jika huruf yang sebelumnya bertanda dhommah atau kasroh.

Asal , ialah  . Dhommah dari Yaa’-nya dipindahkan ke  dan Yaa’-nya dihilangkan, karena terjadi pertemuan dua sukun.

Adapun fi’il mudhaari’, Waawu dan Yaa’ dan Alifnya ditandai sukun bilamana marfu’ dan dihilangkan bilamana majzum. Waawu dan Yaa” darinya ditandai fathah bilamana manshub, sedangkan Alifnya tetap bertanda sukun. Huruf jagm dan huruf nashb menggugurkan semua Nuun, kecuali Nuun jama’ah muannats.

Maka engkau katakan:  dan  dan  dan  dan  dan 

Laam dalam fi’il tetap ada dalam fi’il dua orang dan jama’ah perempuan dan dihilangkan dari jama’ah laki-laki dan fi’il satu orang perempuan yang diajak bicara. Maka engkau katakan:

Sama saja di dalamnya kata untuk jama’ah laki-laki dan perempuan dalam khithab kepada yang hadir dan yang tidak hadir semuanya, sedangkan tagdirnya berbeda. Wazan jamak mudzakkar:   dan  dan wazan jamak muannats:   dan   Engkau katakan:  Asal  adalah  Dilakukan terhadapnya seperti yang dilakukan terhadap  .

Demikianlah hukum setiap fi’il yang huruf sebelum Laam-nya bertanda kasroh, seperti:  dan  dan  dan  dan  dan  dan  – Dan engkau katakan:

Demikian pula kias:  dan  dan  dan  Kata untuk satu orang muannats dalam khithab adalah seperti kata untuk jamak muannats dalam bab:  dan . Taqdirnya berbeda. Wazan untuk satu orang perempuan adalah:  dan  sedangkan wazan untuk jamak:  dan  Fiil amr darinya ialah:  Dan  

Apabila dimasukkan kepadanya   , maka Laam yang  dihilangkan itu dikembalikan. Maka engkau katakan:   dan   dan   Isim fa’il darinya ialah   dan   Begitu pula   dan

Asal dari   adalah  . Dan   diubah menjadi  karena berlebihan dan karena huruf yang seb.lumnya bertanda kasroh sebagaimana ia diubah pada

Kemudian mereka berkata:  , karena muannats adalah cabang mudzakkar dan   datang mendadak. Engkau katakan mengenai maful dari fi’il yang berakhiran Waawu:  dan dari fi’il yang berakhiran Yaa”:  . Waawu diubah menjadi Yaa” dan huruf yang sebelumnya ditandai kasroh, karena Waawu dan Yaa’ apabila bertemu dalam satu kata, sedangkan yang pertama sukun, maka Waawu-nya diupah menjadi Yaa” dan Yaa’ dimasukkan dalam Yaa. Engkau katakan mengenai wazan  dari fi’il yang berakhiran Waawu:   dan dari fi’il yang berakhiran Yaa”:   dan mengenai wazan  dari fi’il yang berakhiran Waawu   dan dari yang berakhiran Yaa”:  Waawu dari fi’il mazid padanya diubah menjadi Yaa”, karena setiap huruf Waawu apabila merupakan huruf keempat dan seterusnya dan huruf sebelumnya tidak bertanda dhommah, diubah menjadi Yaa” karena kalimatnya berat diucapkan.

Maka engkau katakan:   dan   dan 

Engkau katakan bersama dhamir:  dan  dan  Begitu pula:  dan .

Keempat: Yang mu’tall “Ain dan Laam-nya dan disebut  . Maka engkau katakan: seperti  dan  seperti  Dan   dan  seperti  dan  dan  seperti  dan (sseperti ) dan dan  dan   Boleh juga : dengan takhfif seperti ,

Fiil amr darinya   seperti   dan   seperti   dan    dan  fi’il amr darinya ialah   .

Di antara mereka (ulama) ada yang mengatakan:   Penghilangan Yaa” itu disebabkan banyaknya pemakaian. Sebagaimana mereka katakan:   pada

Kelima: Yang mu’tall Faa’ dan Laam-nya dan disebut   Maka engkau katakan mengenai:   seperti  dan   seperti  . Engkau katakan dalam fi’ilamr:  . Maka ia menjadi satu huruf dan harus ‘  diberi tambahan  dalam wagf, seperti:  Dan engkau katakan dalam ta’kid: 

Dan dengan Nuun khaffah:   Dan engkau katakan:  seperti , . Fiilamr darinya: seperti

Keenam: Yang mu’tall Faa” dan ‘Ainnya seperti  dan itu terdapat pada Isim makaan dan  dan  dan tidak dibentuk  .

Ketujuh: Yang mu’tall Faa’, “Ain dan Laam-nya. Itu adalah Waawu dan Yaa’ untuk dua isim dari dua huruf.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker