Motivasi Penulisan
Ketika cobaan hidup yang berat memanjang dalam kehidupan kami, kemudian diiringi cobaan-cobaan lain yang menjadi kisah tersendiri, maka kami merasa tertuntut untuk memaparkan makna tujuan kehidupan kepada lidah yang ingkar dan dengki terhadap aliran thariqah. Kebencian yang didasarkan perasaan iri menyebabkan mereka menyebut para pengikut thariqah dengan sebutan yang jelek dan menimpakan berbagai cacat dan aib sejarah pada kuduk ahli thariqah. Ujian yang berat ini terus menghajar kelompok-kelompok penghuni biara sufistik, bahkan mereka semakin menjadi-jadi.
Dan, ketika berpikir bahwa kelemahan telah pupus, maka saya berharap semoga Allah melimpahi peringatan yang lembut kepada kelompok penentang sunnah dan pelaku pelecehan nilai-nilai etika thariqah.
Ketika waktu menolak kecuali hanya bermuatan tuntutan kesulitan dan kebanyakan para penghuni biara (kaum sufi) di zaman Ia hidup dalam teror dan intimidasi secara terus-menerus, maka saya bersimpati dan mengasihi hati mereka yang luka dengan membangunkan sebuah kaidah, tuntunan, dan petunjuk-petunjuk cara bermunajat, yang semua itu didasarkan atas nilai-nilai keislaman zaman sahabat dan para tabi’in (yang bersumber pada Al-Quran dan Rasulillah saw). Karena itu, kehadiran Risalah ini sengaja saya persembahkan kepada kalian, wahai hamba-hamba yang dimuliakan Allah. Didalamnya juga disebutkan beberapa otobiografi para guru thariqah (kaum sufi) menyangkut perilaku, akhlak, sikap, kebiasaan, dan akidah mereka, juga beberapa penemuan kerohanian yang mereka dapatkan dan cara-cara penapakan pencapaian tingkat kewalian dari awal hingga batas akhir. Semua itu saya lakukan dengan tujuan supaya para pengikut thariqah (pendaki rohani) menjadi kuat. Dari kalian saya memiliki bukti dengan pembetulan, penularan pengaduan batin hamba yang dicinta Allah adalah kesenangan yang saya miliki. Hanya dari Allah Dzat Yang Maha Mulia segala kemuliaan dan ganjaran berasal. Kepada-Nya saya minta
pertolongan tentang apa yang saya tuturkan dan apa yang saya minta untuk dicukupi. Saya juga minta perlindungan untuk dipelihara dari kesalahan, memohon ampun dan kesertaan-Nya dalam segala yang saya mohon. Dia dengan segala keutamaan adalah patut dan terhadap apa yang dikehendaki-Nya berkuasa.
438 H./1046 M. Abul Qasim Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi
Baca selengkapnyan dalam versi PDF dibawah ini
Untuk dapat membaca terjemahannya, diperlukan browser yang mendukung buka aplikasi PDF.
Jika anda tidak dapat membacanya, berarti anda harus mengganti browser yang dapat membaca aplikasi PDF.
Dan sebaiknya anda buka di komputer atau laptop dan gunakan aplikasi Google Chrome untuk hasil yang lebih maksimal









One Comment