BAB 2: ANJURAN MENCARI ILMU DAN DORONGAN UNTUK MENGHADIRI MAJELIS ILMU SERTA KEUTAMAANNYA
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Agama ini datang dalam keadaan asing, dan kelak akan menjadi asing seperti semula. Maka sangatlah beruntung bagi orang-orang asing, yaitu orang yang menghidupkan apa yang telah mati dari sunah-sunahku.”
Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam bersabda: “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina.”
Cina merupakan sebuah tempat yang terletak sangat jauh, sehingga hanya sedikit orang yang bisa sampai ke tempat tersebut disebabkan jauhnya tempat itu. Apabila seseorang tetap diwajibkan untuk menuntut ilmu meskipun tempatnya jauh, maka bagaimana seseorang tidak diwajibkan menuntutnya sedangkan dia hidup di antara para ulama atau tempat tinggalnya dekat dengan mereka serta tidak dibutuhkan banyak biaya dan kepayahan untuk mendapatkannya. Barang siapa sibuk bekerja sehingga melalaikan ilmu wajib ini, maka sama saja ia telah menyodorkan diri untuk mendapatkan murka Allah yang mana Dia adalah Dzat yang kehendak-Nya tidak dapat ditentang oleh siapa pun. Telah dinukil dari beberapa tafsir bahwa sesungguhnya Allah mewahyukan kepada bumi agar supaya bumi jangan memberi makan kepada seseorang kecuali dengan usaha tangannya sendiri dan peluh keringat yang ada di dahinya kecuali para penuntut ilmu, karena sesungguhnya Aku (Allahu ta’ala) telah menjamin rezekinya. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
“Simpankanlah untuk orang-orang mukmin sesuatu yang hilang dari mereka.”
Yaitu, ilmu. Nabi ‘alayhish-shalatu was-salam juga bersabda
“Mencari ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan.”
” Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, maka Dia akan memberikan kefahaman kepadanya tentang masalah agama serta Dia akan mengilhamkan sebuah petunjuk kepadanya.”
“Barang siapa yang memahami dan mendalami perkara agama Allah, maka Allah akan mencukupkan apa yang ia inginkan dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
“Menghadiri majelis ilmu itu lebih utama daripada shalat sunah seribu rakaat, menjenguk seribu orang sakit dan menghadiri seribu jenazah.” Dan di dalam hadits lainnya juga disebutkan:
“Orang yang paling rugi nanti di hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mempunyai
kesempatan mencari ilmu namun ia tidak mau mencarinya.”
Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam juga bersabda:
“Paling utamanya ibadah yang dipersembahkan kepada Allah adalah pemahaman dan mendalami perkara agama. Satu orang fakih itu lebih berat bagi setan untuk digoda daripada seribu ahli ibadah. Setiap sesuatu ada tiang penyangganya. Adapun tiang penyangga agama ini adalah fikih.”
Diriwayatkan bahwasanya barang siapa meninggal dunia ketika ia masih mencari ilmu yang bertujuan untuk menghidupkan agama Islam, maka derajatnya dengan derajat para Nabi hanya terpaut satu derajat saja di surga
Diriwayatkan dari Rasulullahn shallallahu “alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, “Ketika malam Mikraj aku diperlihatkan neraka, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin.” Para sahabat lantas bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka miskin harta?” Beliau menjawab, “Tidak, tetapi mereka miskin daripada ilmu.”
Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya para malaikat akan meletakkan sayapnya untuk melindungi para penuntut ilmu, karena mereka senang dan ridha terhadap apa yang dilakukan oleh para penuntut ilmu.”
Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam juga bersabda:
“Barang siapa berjalan di suatu perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya amal perbuatan yang sedikit akan jauh lebih bermanfaat jika dengan
ilmu daripada amal perbuatan yang banyak tetapi dengan kebodohan.”









One Comment