Fiqh

Terjemahan Kitab Fathul Ilah

BAB 1: PERINIAH DAN MOTIVASI UNTUK MENCARI ILMU WAJIB

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu: penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. at- Tahrim ([66]: 6)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam pun bersabda:

“Siapapun hamba yang telah datang kepadanya nasihat tentang agamanya. Hal itu merupakan suatu kenikmatan yang datang dari Allah yang digiring untuknya. Jika ia menerimanya serta bersyukur maka dia termasuk golongan orang mukmin.

Dan apabila dia menolaknya serta mendustakan maka dia termasuk dari golongan orang kafir yang mengatakan sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau engkau tidak menjadi orang-orang yang memberi nasihat.” Nabi ‘alayhish-shalatu was-salam juga bersabda:

“Barang siapa yang diberi nasihat, dia tidak menerima atau mengindahkan, dan bila diberi peringatan atau dilarang, namun dia tidak menghiraukan, maka dia di hadapan Allah termasuk orang-orang yang berkhianat.”

Ketahuilah wahai saudaraku! Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kepada kita semua ‘afiah dan keyakinan yang kuat serta menunjukkan kita jalan orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya setiap muslim laki-laki dan perempuan berkewajiban mengetahui atau mempelajari ilmu.

Tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk meninggalkannya, yaitu ilmu wajib yang mana keimanan dan keislaman kita tidak akan dianggap sah jika tidak mengetahuinya.

Yang dimaksud di sini adalah ilmu tentang Allahu subhanahu wa ta’ala, tentang RasulNya dan hari kiamat, serta ilmu tentang apa saja yang Allahu ta’ala wajibkan untuk mengerjakannya dari segala perkara yang fardhu, yaitu segala sesuatu yang diberi pahala jika mengerjakannya dan berdosa serta akan disiksa jika meninggalkannya.

Begitu pula sebaliknya perkara- perkara yang diharamkan, yaitu segala sesuatu yang apabila diringgalkan karena mengikuti perintah agama, maka akan mendapatkan pahala dan apabila dikerjakan akan mendapat dosa dan siksa.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker