Fasal Kelima Tentang Mu’jizat Nabi
الفصل الخامس في معجزاته
جَاءَتْ لِدَعْوَتِهِ الأَشْجَارُ سَاجِدَةً ۞ تَمْشِى إِلَيْهِ عَلَى سَاقٍ بِلَا قَدَمِ
Pepohonan datang memenuhi panggilannya dengan sikap tunduk, Berjalan kepadanya dengan batang tanpa telapak
كأنَّمَا سَطَرَتْ سَطْراً لِمَا كَتَبَتْ ۞ فُرُوعُهَا مِنْ بَدِيعِ الخَطِّ فِي اللَّقَمِ
Seakan-akan pepohonan itu menulis tulisan yang di tulis ranting-rantingnya dengan tulisan yang indah di tengah jalan
مِثْلُ الغَمَامَةِ أنَّى سَارَ سَائِرَةُ ۞ تَقِيهِ حَرَّ وَطِيسٍ لِلْهَجِيرِ حَمِي
Sebagaimana awan ke mana saja Nabi pergi ia pergi, melindungi Nabi dari panas matahari di siang hari
أَقْسَمْتُ بِالقَمَرِ المُنْشَقِّ إنَّ لَهُ ۞ مِنْ قَلْبِهِ نِسْبَةً مَبْرُورَةَ القَسَمِ
Aku bersumpah demi rembulan yang pecah, sesungguhnya ia memiliki hubungan dengan hati nabi, dengan sumpah yang bagus.
وَمَا حَوَى الغَارُ مِنْ خَيْرٍ وَمِنْ كَرَمٍ ۞ وَكُلُّ طَرْفٍ مِنَ الكُفَّارِ عَنْهُ عَمِي
Dan kebagusan dan kemuliaan yang dikandung gua. dan semua mata orang-orang kafir itu buta terhadap nabi.
فَالصِّدْقُ فِي الغَارِ وَالصِّدِّيقُ لَمْ يَرِمَا ۞ وَهُمْ يَقُوْلُونَ مَا بِالغَارِ مِنْ أَرِمِ
Kejujuran dan orang yang sangat jujur itu selalu berada dalam gua, dan mereka berkata tak seorang pun di dalam gua ini
ظَنُّوا الحَمَامَ وَظَنُّوا العَنْكَبُوتَ عَلَى ۞ خَيْرِ البَرِيَّةِ لَمْ تَنْسِجْ وَلَمْ تَحُمِ
Mereka menyangka merpati dan laba-laba itu tidak menenun dan berputar atas sebaik baik makhluk.
وِقَايَةُ اللَّهِ أَغْنَتْ عَنْ مُضَاعَفَةٍ ۞ مِنَ الدُّرُوعِ وَعَنْ عَالٍ مِنَ الأُطُمِ
Perlindungan Allah itu tidak butuh penggandaan baju-baju besi dan ketinggian benteng-benteng.
مَا سَامَنِى الدَّهْرُ ضَيْماً وَاسْتَجَرْتُ بِهِ ۞ إِلَّا وَنِلْتُ جِوَاراً مِنْهُ لَمْ يُضَمِ
Tiada satu pun menyakiti diriku, lalu kumohon bantuan Nabi, kecuali kudapat kedekatanya yang tidak diremahkan.
وَلَا الْتَمَسْتُ غِنَى الدَّارَيْنِ مِنْ يَدِهِ ۞ إِلَّا اسْتَلَمْتُ النَّدَى مِنْ خَيْرِ مُسْتَلِمِ
Aku tidak akan meminta kekayaan dunia dan akhirat dari tangan beliau kecuali aku menerima dari sebaik-baik orang yang memberi.
لَا تُنْكِرِ الوَحْيَ مِنْ رُؤْيَاهُ إِنَّ لَهُ ۞ قَلْباً إذَا نَامَتِ العَيْنَانِ لَمْ يَنَمِ
Jangan kau ingkari wahyu dari mimpinya, Karena sesungguhnya ia punya hati yang ketika kedua matanya tidur, hati tidak tidur.
وَذَاكَ حِينَ بُلُوغٍ مِنْ نُبُوَّتِهِ ۞ فَلَيْسَ يُنْكَرُ فِيهِ حَالُ مُحْتَلِمِ
Demikian itu tatkala sampai pada kenabiaanya, maka keadaan orang yang mimpi tidak boleh diingkari pada nabi.
تَبَارَكَ اللَّهُ مَا وَحْيٌ بِمُكْتَسَبٍ ۞ وَلَا نَبِيٌّ عَلَى غَيْبٍ بِمُتَّهَم
Maha suci Allah, wahyu tidak dapat dicari, dan tak seorang nabi dicurigai dalam berita ghaib.
كَمْ أَبْرَأَتْ وَصِباً بِاللَّمْسِ رَاحَتُهُ ۞ وَأَطْلَقَتْ أَرِباً مِنْ رِبْقَةِ اللَّمَمِ
Berapa banyak telapak tangannya menyembuhkan orang sakit dengan sentuhan. Dan melepaskan orang yang butuh dari sakit gila yang kambuh
وَأَحْيَتِ السَّنَةَ الشَّهْبَاءَ دَعْوَتُهُ ۞ حَتَّى حَكَتْ غُرَّةً فِي الأَعْصُرِ الدُّهُمِ
Dan doa beliau dapat menghidupkan tahun kering, Hingga bagai putih dalam masa yang hitam.
بِعَارِضٍ جَادَ أَوْ خِلْتَ البِطَاحَ بِهَا ۞ سَيْبٌ مِنَ اليَمِّ أَوْ سَيْلٌ مِنَ العَرِمِ
Dengan awan yang dermawan, hingga kau duga lembah itu aliran dari samudera atau banjir dari arim.









One Comment