Fasal Ketiga Tentang Memuji Nabi
الفصل الثالث في مدح النبي
ظَلَمْتُ سُنَّةَ مَنْ أَحْيَا الظَّلَامَ إِلَى ۞ أَنِ اشْتَكَتْ قَدَمَاهُ الضُّرَّ مِنْ وَرَم
Kutinggalkan sunna nabi yang menghidupkan kegelapan hingga kedua telapak kakiya mengadu kesakitan karena bengkak.
وَشَدَّ مِنْ سَغَبٍ أَحْشَاءَهُ وَطَوَى ۞ تَحْتَ الحِجَارَةِ كَشْحاً مُتْرَفَ الأَدَم
Dan mengencangkan pinggangya karena lapar, dan mengikatkan batu pada perut yang halus kulitnya.
وَرَاوَدَتْهٌ الجِبَالُ الشُّمُّ مِنْ ذَهَـبٍ ۞ عَنْ نَفْسِهِ فَأَرَاهَا أَيَّمَا شَمَمِ
Gunung-gunung yang tinggi dari emas merayunya, Namun beliau tolak, dengan penuh rasa bangga.
وَأَكَّدَتْ زُهْدَهُ فِيهَا ضَرُورَتُهُ ۞ إنَّ الضَرَورَةَ لَا تَعْدُو عَلَى العِصَمِ
Kebutuhan mendesaknya itu menguatkan zuhudnnya terhadap gunung-gunung, sesungguhnya kebutuhan mendesak itu tidak mengalahkan penjagaan Allah.
وَكَيْفَ تَدْعُو إلَى الدُّنْيَا ضَرُورَةُ مَنْ ۞ لَوْلَاهُ لَمْ تُخْرَجِ الدُّنْيَا مِنَ العَدَمِ
Bagaimana kebetuhan mendesaknya seseorang itu mengajak kepada dunia, andai tanpa dia dunia tidak dikeluarkan dari ketiada’an.
مُحَمَّدٌ سَيِّدُ الكَوْنَيْنِ وَالثَّقَلَيْنِ ۞ وَالفَرِيقَيْنِ مِنْ عُرْبٍ وَمِنْ عَجَمِ
Muhammad adalah pemimpin dua alam, dua makhluk dan dua bangsa yaitu arab ajam.
نَبِيُّنَا الآمِرُ النَاهِي فَلَا أَحَدٌ ۞ أَبَرَّ فِي قَوْلٍ لَا مِنْهُ وَلَا نَعَم
Nabi kita itu penganjur dan pencegah, Tak seorangpun lebih baik daripada beliau dalam ucapan ‘jangan’ dan ‘iya’.
هُوَ الحَبِيبُ الَّذِي تُرْجَى شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الأَهْوَالِ مُقْتَحِمِ
Beliau adalah kekasih yang diharapkan syafa’atnya dari setiap perkara yang menakutkan yang datang mencekam.
دَعَا إَلَى اللَّهِ فَالمُسْتَمْسِكُونَ بِهِ ۞ مُسْتَمْسِكُونَ بِحَبْلٍ غَيْرِ مُنْفَصِمِ
Beliau mengajak kepada Allah. Maka siapapun yang berpegang teguh padanya, berarti ia berpegang pada tali yang takkan pernah putus.
فَاقَ النَّبِيِّينَ فِي خَلْقٍ وَفِي خُلُقٍ ۞ وَلَمْ يُدَانُوهُ فِي عِلْمٍ وَلَا كَرَم
Beliau melampaui para nabi-nabi dalam raga dan jiwanya. Dan para nabi-nabi itu takkan menyamainya dalam keilmuan dan kemuliaan.
وَكُلُّهُم مِنْ رَسُولِ اللَّهِ مُلْتَمِسٌ ۞ غَرْفاً مِنَ البَحْرِ أَوْ رَشْفاً مِنَ الدِّيَمِ
Semuanya mengambil dari Rasulullah, seciduk lautan maupun setetes hujan.
وَوَاقِفُونَ لَدَيْهِ عِنْدَ حَدِّهِمِ ۞ مِنْ نٌقْطَةِ العِلْمِ أَوْ مِنْ شَكْلَةِ الحِكَمِ
Mereka yang berdiri di sisi Rasululllah itu pada batas mereka, dari titik ilmu atau dari baris hikmah.
فَهُوَ الَّذِي تَمَّ مَعْنَاهُ وَصُورَتُهُ ۞ ثُمَّ اصْطَفَاهُ حَبِيباً بَارِئُ النَّسَمِ
Dialah seorang yang sempurna batinya dan lahirnya, Kemudian pencipta manusia memilinya sebagai kekasih.
مُنَزَّهٌ عَنْ شَرِيكٍ فِي مَحَاسِنِهِ ۞ فَجَوْهَرُ الحُسْنِ فِيهِ غَيْرُ مُنْقَسِمِ
Dijauhkan dari persamaan dalam segala kebaikanya. Inti kebaikan pada dirinya itu tak terbagi
دَعْ مَا ادَّعَتْهُ النَّصَارَى فِي نَبِيِّهِمِ ۞ وَاحْكُمِ بِمَا شِئْتَ مَدْحاً فِيهِ وَاحْتَكِمِ
Tinggalkanlah tuduhan kaum nasrani tentang nabi-nabi mereka, dan hukumi pujian kepada nabi dengan yang kau mau dan ambillah hukumu.
وَانْسُبْ إِلَى ذَاتِهِ مَا شِئْتَ مِنْ شَرَفٍ ۞ وَانْسُبْ إلَى قَدْرِهِ مَا شِئْتَ مِنْ عِظَمِ
Nisbahkan semua kemuliaan pada dzat nabi sekehendakmu, Dan nisbahkan semua keagungan pada derajat nabi sekehendakmu.
فَإنَّ فَضْلَ رَسُولِ اللَّهِ لَيْسَ لَهُ ۞ حَدٌّ فَيُعْرِبُ عَنْهُ نَاطِقٌ بِفَمِ
Karena sesungguhnya keutamaan Rasulullah itu tiada batasnya, Sehingga orang yang mengucapkan dengan bibir itu mudah mengurai nabi.
لَوْ نَاسَبَتْ قَدْرَهُ آيَاتُهُ عِظَماً ۞ أَحْيَا اسْمُهُ حِينَ يُدْعَى دَارِسَ الرِّمَمِ
Andaisaja mukjizat Rasulullah dalam keagungan itu sama dengan derajatnya, Maka namanya ketika dipanggil dapat menghidupkan tulang yang hancur.
لَمْ يَمْتَحِنَّا بِمَا تَعْيَا العُقُولُ بِهِ ۞ حِرْصاً عَلَينَا فَلَم نرْتَبْ وَلَم نَهِمِ
Rasulullah tidak menguji kita dengan apa yang akal tidak menjangkau, karena gemar pada kita, hingga kita tidak ragu dan tidak bingung.
أَعْيَا الوَرَى فَهْمُ مَعْنَاهُ فَلَيْسَ يُرَى ۞ فِي القُرْبِ وَالبُعْدِ فِيهِ غَيْرُ مُنْفَحِمِ
Memahami hakikat Rasulullah itu melemahkan makhluk, maka tak terlihat dari dekat atau jauh kecuali orang yang tak mampu.
كَالشَّمْسِ تَظْهَرُ لِلْعَيْنَيِنِ مِنْ بُعُدٍ ۞ صَغِيرَةً وَتُكِلُّ الطَّرْفَ مِنْ أَمَمِ
Bagaikan matahari yang tampak kecil bagi kedua mata dari jarak jauh, dan melemahkan mata dari depan.
وَكَيْفَ يُدْرِكُ فِي الدُّنْيَا حَقِيقَتَهُ ۞ قَوْمٌ نِيَامٌ تَسَلَّوا عَنْهُ بِالحُلُمِ
Bagaimana mengetahui hakikat Rasulullah di dunia orang-orang yang tidur, yang mereka rela melihatnya dalam mimpi.
فَمَبْلَغُ العِلْمِ فِيهِ أَنَّهُ بَشَرٌ ۞ وَأَنَّهُ خَيْرُ خَلْقِ اللَّهِ كُلِّهِمِ
Puncak pengetahuan tentang Rasulullah , bahwa sesungguhanya beliau adalah manusia, dan sesungguhnya beliau sebaik-baik semua makhluk Allah.
وَكُلُّ آيٍ أَتَى الرُّسْلُ الكِرَامُ بِهَا ۞ فَإنَّمَا اتَّصَلَتْ مِن نُورِهِ بِهِم
Semua mukjizat yang dibawa para rasul yang mulia, Tidak lain semua itu terhubung dengan cahaya Rasulullah.
فَإنَّهُ شَمْسُ فَضْلٍ هُمْ كَوَاكِبُهَا ۞ يُظْهِرْنَ أَنْوَارَهَا لِلنَّاسِ فِي الظُّلُمِ
Karena sesungguhnya Rasulullah bagaikan mentari keutamaan, para nabi bagaikan bintang-bintangnya yang menampakkan cahaya surya kepada manusia dalam kegelapan.
أَكْرِم بِخَلْقِ نَبِيّ زَانَهُ خُلُقٌ ۞ بِالحُسْنِ مُشْتَمِلٍ بِالبِشْرِ مُتَّسِمِ
Alangkah mulianya diri seorang nabi, yang dihiasi budi pekerti, yang mengandung kebagusan, yang bersifat ceria.
كَالزَّهْرِ فِي تَرَفٍ وَالبَدْرِ فِي شَرَفٍ ۞ وَالبَحْرِ فِي كَرَمٍ وَالدَّهْرِ فِي هِمَمِ
Laksana bunga dalam kehalusan, purnama dalam kemuliaan, samudera dalam kedermawaan, dan masa dalam cita-cita.
كَأَنَّهُ وَهُوَ فَرْدٌ مِنْ جَلَالَتِهِ ۞ فِي عَسْكَرٍ حِينَ تَلْقَاهُ وَفِي حَشَمِ
Saat kau berjumpa denganya dan dia sendiri, karena keagunganya seakan-akan ia berada bala tentara atau di para pembantu-pembantunya.
كَأَنَّمَا اللُّؤْلُؤُ المَكْنُونُ فِى صَدَفٍ ۞ مِنْ مَعْدِنَي مَنْطِقٍ مِنْهُ وَمُبْتَسِمِ
Seakan-akan mutiara yang tersimpan dalam kerang itu dari kedua tambang ucapan dan senyumnya.
لَا طِيبَ يَعْدِلُ تُرْباً ضَمَّ أَعْظُمَهُ ۞ طُوبَى لِمُنْتَشِقٍ مِنْهُ وَمُلَتَثِمِ
Minyak wangit itu membandingi tanah yang mengumpulkan keagunganya, Betapa bahagia orang yang mencium dan mengecupnya.








One Comment