Sejarah

Qasidah Burdah Lengkap Dan Artinya

Fasal Keempat Tentang Kelahiran Nabi

الفصل الرابع في مولده

أَبَانَ مَوْلِدُهُ عَنْ طِيبِ عُنْصُرِهِ ۞ يَا طِيبَ مًبْتَدَإٍ مِنْهُ وَمُخْتَتَمِ
Kelahiranya menampakkan keharuman nasabnya, Alangkah harum permulaan dan penghabisannya

يَوْمٌ تَفَرَّسَ فِيهِ الفُرْسُ أَنَّهُمُ ۞ قَدْ أَنْذِرُوا بِحُلُولِ البُؤْسِ وَالنِقَمِ
Yaitu hari yang orang persia meramal bahwa mereka diperingatkan akan datangnya bencana dan siksa

وَبَاتَ إيوَانُ كِسْرَى وَهُوَ مْنْصَدِعٌ ۞ كَشَمْلِ أَصْحَابِ كِسْرَى غَيْرَ مُلْتَئِمِ
Saat malam istana Kisra terbelah, sebagaimana kumpulan sahabat Kisra tidak menyatu

وَالنَّارُ خَامِدَةُ الأَنْفَاسِ مِنْ أَسَفٍ ۞ عَلَيهِ وَالنَّهْرُ سَاهِي العَيْنِ مِنْ سَدَمِ
Api itu padam nafasnya karena duka, dan sungai itu lupa sumbernya karena sedih

وَسَاءَ سَاوَةَ أَنْ غَاضَتْ بُحَيْرَتُهَا ۞ وَرُدَّ وَارِدُهَا بِالغَيْظِ حِينَ ظَمِي
Kekeringan danau Saawah itu meresahkan penduduknya, dan pengambil air kembali dengan kemarahan ketika dahaga.

كَأَنَّ بِالنَّارِ مَا بِالمَاءِ مِنْ بَلَلٍ ۞ حُزْناً وَبِالمَاءِ مَا بِالنَّارِ مِنْ ضَرَمِ
 Karena duka, seakan akan di dalam api terdapat basah yang di dalam air, dan di dalam air terdapat nyala yang di dalam api. 

وَالجِنُّ تَهْتِفُ وَالأَنْوَارُ سَاطِعَةٌ ۞ وَالحَقُّ يَظْهَرُ مِنْ مَعْنىُ وَمِنْ كَلِم
Jin menjerit, cahaya bersinar, kebenaran tampak dari makna dan dari kata

عَمُوا وَصَمُّوا فَإعْلَانُ البَشَائِرِ لَمْ ۞ تُسْمَعْ وَبَارِقَةُ الإنْذَارِ لَمْ تُشَمِ
Mereka buta dan tuli. Kabar gembira tidak terdengar, dan kilatan peringatan tidak mereka tercium.

مِنْ بَعْدِ مَا أَخْبَرَ الأقْوَامَ كَاهِنُهُمْ ۞ بِأَنَّ دِينَهُمُ المُعْوَجَّ لَمْ يَقُمِ
Setelah pendeta mereka memberi kabar mererka, bahwa agama mereka yang melenceng itu tak akan tegak.

وَبَعْدَ مَا عَايَنُوا فِي الأُفْقِ مِنْ شُهُبٍ ۞ مُنْقَضَّةٍ وَفْقَ مَا فِي الأرْضِ مِنْ صَنَمِ
Dan setelah mereka menyaksikan obor berjatuhan di langit, bersamaan berhala-berhala di bumi.

حَتَّى غَدَا عَنْ طَرِيقِ الوَحْيِ مُنْهَزِمٌ ۞ مِنَ الشَّيَاطِينِ يَقْفُو إثْرَ مُنْهَزِم
Hingga setan berlari meningglkan jalan wahyu, mengikuti setan lain.

كَأنَّهُمْ هَرَباً أَبْطَالُ أَبْرَهَةٍ ۞ أَوْ عَسْكَرٌ بِالحَصَى مِنْ رَاحَتَيْهِ رُمِى
Mereka berlarian laksana tentara Abrahah, Atau pasukan yang dihujani kerikil dari kedua tangan rosul.

نَبْذاً بِهِ بَعْدَ تَسْبِيحٍ بِبَطْنِهِمَا ۞ نَبْذَ المُسَبِّحِ مِنْ أحْشَاءِ مُلْتَقِمِ
Dengan lemparan kerikil setelah bertasbih dalam kedua telapak nabi, seperti terlemparnya (nabi yunus) yang bertasbih dari perut (ikan) yang melahap.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker