Ulumul Quran

Terjemahan Kitab At Tibyan Fi Ulumil Qur’an

Riwayat Imam Bukhori

imam bukhari meriwatkan dalam kitab sohihnya di bab permulaan wahyu yang memberi isyarah akan hal ini, dan akan caraturunya quran, sekira beliau meriwayatkan dengan sanadnya dari aisyah ummil mu’minin ra. bahwa aisyah berkata:

pertamaya wahyu yang turun kepada rasulullah adalah mimpi yang baik di dalam tidur, beliau tidak melihat mimpi kecuali datang seperti cahaya subuh, lalu beliau di cintakan menyendiri, dan beliau menyendiri di gua hira, beribadah di situ,malam malam yang terhindung, sebelum beliau kembali kepada kellarga belua, dan membawa bekal, lalu kembali kepada khodijah dan membawa bekal sampai datanglah kebenaran dan beliau dalam gua hira, lalu datang maikan dan berkata: bacalah , beliau berkata, kau tidak bisa membaca, lalu jibril merangkulku sampai aku kesulitan, lalu melepaskanku, lalu berkata: bacalau aku berkata aku tidak bisa membaca, lalu merangkuklu ketiga kalu lalu melepaskanku lalu berkata bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan , yang menciptakan manusia dari segumpal darah. .. lalu rasulullah kembali hatitnay berdetak.

dan turunnya quran di bulan ramalon ada teks yang jelas di kitab allah , allah berfirman: bulan ramadlon yang di turunkan di situ al quran , sebagai petunjjk bagi manuisa, dan penjelasan dari petunjuk dan pembeda. 

adapun malaikat yang turun adlah jibril maka tetap juka dengan teks yang jelas dalam al quran, yaitu firman Allah: turun dengan membwa quran arruh al amin, pada hatimu agar engkau termsuk orang yang memberi peringatan, dengan lisan arab yang jelas. dan firman Allah katakan , menurunka quran arruh al amin, dari tuhanmu dengan kebenaran, agar menguatkan orang orang yang beriman, dan sebagai petunjuk dan kabar bahagian bagi orang orang islam.

yang di maksud arruh al amin ata ruhul qudus adalah jibrl sesuai kesepakan ahli tafsri, ia adalah kepercayaaan Allah atas wahyunya, ia adalah yang turun dengan membawa wahyu kepda para nabi dan utusan saw.

Awal yang turun dan akhir yang turun

awal yang turun dari quranul akani adalah ayat ayat pertama dari surat al alaq: bacahal dengan nama tuhamu seperti yang dahulu di hadis imam bukhori, dan akhir yang turun dari quran adalah firman Allah : dan takunlah kailan hari yang kalian di kembalikan kepada Allah, lalu di balas setiap jiwa atas yang merka lakukan , dan merak tidak di dzolimi. ini adalah yang sohih yang kuat yang di pilih ulama, pemimpinnya dalah imam suyuti, hai itu di riwayatkan dari ulama ummat ini yaitu abdullah ibn abas ra. imam nasai meriwatkan dari ikrima dari ibn abbas ia berkata: khir yang turun dai quran adalah: takutlah kalian hari yang kalian di kembalikan kepada Allah. dan nabi hidup setelah turunya ayat ini sembilan malam, lalu beliau wafat malam senin hari ketiga dari rabiul awal. adalpun pendapat sebagian ulama, bahwa akhir yang turun dai quan adalah firman Allah : di hari ini aku sempurnakan bagi kalian agama kalian dan aku sempurnakan kalian nikmatku, dan aku rela islam menjadi agama kalian. ini adalah pendapat yang tidak benar, karena ayat ini turun kepada rasuluaah saat haji wada, saat beliau wuquf di arafa, dan nabi hidup setelah ayat ini delapan puluh satu hari, dan sembilan malam sebelum wafat beliau turun ayat: dan takutlah kalian hari….. dan ayai ini menjadi akhir yang turun, bukan ayat surat maidah, ini adalah pendapat yang benar, dan dengan turunnya ayat yang mulia ini, wahyu terputus, dan ini adalah akhir hubungan langit dengan bumi, dan rasulullah menghadap ke arroofiqil a’la setelah turunnya akhir quran, setelah menuniakan amanah, dan menyampaikan risalah, dan menunjukkan maunusia pada agama allah,

Ayat surat maidah akhir yang turun

Di antra yang menunjukkan bawah ayat surat maidah turun saat haji wada adalah hadis yang diriwayatkan dalam shohih bukhori bahwa seorang yahudi datang kepada umar ibn khottob ra. ia berkata: wahai amirul mu’minin, ada suatu ayat i kitab kaliat jika ayatu tersebtu turun kepada kita orang-orang yahudi , niscaya kami menjadikan hati itu hari raya, lalu umar berkata: ayat mana yang engkau maksud? yahudi berkata: firman Allah: dihari ini aku sempurnaka kepada kailan agama kalian, dan aku sempurnakan kepada kalian nikmatku, dan aku rela islam nejadi agama kallian. lalu umar berkata: demi Allah, aku mengetahui tempat yang ayat tersebut turun, dan waktu yang ayat tersebut turun, ayat ini turun ketika rasulullah di arafa, di hari jjumat , setelah asar, maksudnya ayat tesebut turun di hari yang hari inut adalah hari raya islam yang palign besar , hari itu adalah hari raya di atas hari raya.

Peringatan

imam suyuti memaparkan dalam kitabnya al itqon fi ulumil quran sebagian kejanggalan tentang awal yang turun dari quran dan akhir yang turun, dan beliau menjawab dengan jawaban yang benar, yang kami ringkas di bawah ini:

Kejanggalan pertama:  bahwa di riwayatkan dalam dua kitab shohih dari hadis jabir ibn Abdillah bahwa beliau di tanya: quran mana yang di turunkan pertama kali: beliau menjawab: wahai orang yang berselimut: ada yang berkata kepada  beliau: sebaliknya bacalah dengan nama tuhanmu. jabir berkata: aku ceritai kalian sesuatu yang kami di ceritai rasulullah. rasulullah bersabda: aku menetap di hira, ketika selaesai menetapku, aku turun dan berada di lembah, lalu aku melihat depanku dan belakangku, dan dari kananku dan kiriku, lalu aku melihat ke langit, ternyata ada jibril, lalu aku gemeter, lalu aku mendatangi khodijah , lalu aku memerintahkan mereka, lalu mereka menyelimutiku, lalu Allah menurunkan: wahai orang yang berselimut. hadis ini adalah dalil bahwa surat muddasir adalah wal yang pertama turun dari quran, dan imam suyuti memberi jawaban hal tersebut: dan di jawab dari hadis ini dengan beberapa jawaban: pertama: bahwa pertanyaan adalah tentang turunnya surat secara smpurna, maka beliau menjelaskan bahwa surat muddasir turus dengan sempurna sebelum turunnya surat iqra, karena surat iqra turun permulaannya, dan menguatkan pendapat ini adalah riwayat di dua kitab shohi dari jabir ibn abdillah bahwa beliau berkata: aku mendengan rasulllah dan beliau bercerita tentang senggangnya wahyu, beliau berkata dalam hadisnya: ketika aku berjalan , aku mendengan suara dari langit, lalu aku angkat kepalaku, ternyata malaikat yang datang kepadaku di gua hira, duduk di atas kursi antara langit dan bumu, lalu aku kembali, dan berkata: selimutilah aku , lalu Allah menurunkan: wahai orang yang bersellimtu, sabda beliau: “malaikat yang datang kepaku di hira” menunjukkan bahwa cerita ini detlah cerita hira yang turun : bacalah dengan nama tuhanmu. lalu imam suyuti memeparkan jawaban lain yang tidak perlu di sebut.

Kejanggalan kedua: bahwa ayat surat maidah yaitu firman Allah: di hari ini aku sempurnakan agama kalian, … menunjukkan bahwa agama telah sempurna, lalu bagimana turun setelah itu ayat-ayat, dan kami mengatakan bahwa ayat tersebut adalah akhri al qquran: jawaban atas hal tesebut adalah: sesungguhnya allah telah menyempurnakan agaman dan menjelaskan fadlu-fardlu dan hukum-hukum, dan menjelaskan halal dan haram, maka umat tidak butuh sesuatu yang telah di jelaskan Allah,, dan telah merinci hukum-hukumnya, sampai menjadi jalan yang puti, dan ini tidak menafikan utnuk turunya sebagian ayat yang mulia, yang di situ ada pengigat dan peringata dari siksa allah, dan di ayat tersebut ada peringatan bagi manusia tentangn berdiri yang gung di hadapan hakim yanng palign jijaksana, di hari yang menakutkan, yang tidak bermanfaan harta dan anak kecuali orang yang datang kepda allah dengan hati yang bersih. dan beberapa ulama menjelaskan ini sampai imam suddi berakta: tidak turun setalahnya halal dan haram.

Awal yang turun tentangn perang , arak dan makanan

Pertama: turun tentnang peperangan beberapa ayat, tetapi ayat-ayat ini adalah yang turun tentangn peperangan semuanya di madina, karena orang orang islam di makah mereka dalam keadaan lemah, maka jida merka tehdap musuh adalah dengan lisan tidak dengan gigi, dan tidak di perbolehkan bagi merkea memerangi musuh kecuai setelah hijrah, maksudnya setalh orang-oran islam kuat dan banya, dan mereka memiliki negara di mdinah munawwarah , maka turun ketika itu izin tentang perang, dan awal ayat yang turun tentang pqrang adalah firaman Allah dalam surat haji:

di izinkan bagi orang orang yang berpernag karena mereka di zalimi, dan sesungguhnya allah maha kuasa untuk menolong merena, orang orang yang di keluarkan dari kora merka tanpa hak, kecuali mereka mengatakan tuhan kami adalah Allah, dan jika tidak karena pelokan Allah kepda manuisa sebagian atas sebagian yang lain, niscaya akan di hancurkan gerja, pura, biya, solawat dan masjid-masjid yag di sebut di situ nama allah dengan banyak, dan Allah akan menolong orang yang menolingya dan Allah maha kuat dan maha mulia.

Dan kamu melihat di teks yang mulian ini, sesuatu yang menjelaskan hikan di syariatkannya izin perang, maka perang tidak lain untuk menolak kezalimat, dan menolak musuh, dan tidak di syariatkan kecuali untuk menolok orang orang yang di dzalimi, dan menolang orang ynag durhaka, seperti jelasnya teks yang mulia.

kedua: adapun arak maka turun tentangnya ayat-ayat yang banya, dan wal yang turun tentang arak adalah firman Allah di surant baqorah: merka bertanya tentang arak dan judi, katakan dalam keduanya ada dosa yang besar dan kemanfaatan bagi manusia, dan dosanya lebih besar dari pada kemanfaatanya.

di riwayatkan dari ibn umar ra ia berkata: turun tentang arak tiga ayat, yang pertama adalah : mereka bertanya tentang arak…. dst.

Ketiga: dan awal yang turun tentang makanan di mekkah maka firma Allah di surat al Anam: katakan aku tidak menemukan perkara yang diharamkan tentang yang di wahyukan kepadku bagi orang yang makan keucali berupa bankai atau dara yang di alirkan atau daging babi, karena itu adalah kotor atau fasik yang di sembelih untuk selain allah, barang siapa ygn terpaksa tidak menyimpang dan berlebihan maka sesungguhnya tuhanmu maha pengampun lagi maha penyayang.

dan ini adalah awal yang husus dengan sebagian hukum-hukum syariat yang turun hukum hukum quran, dan ini adalah yang harus di ketahui , agar seorang mengetahui rahasia syariaat islam secara detail, yang memperhatikan kebutuhan manusian dan kebaikan manusian, yang hal tersebtu adalah salah satu pondasi yang kokoh yang di tempuh islam dalam menagani permasalahan kemasyarakanta, dan penyakit morla yang menetapi manusai di masa jahiliah seperti yang aku jelaskan di pembahasan yang lain , insyaallah.

Laman sebelumnya 1 2
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker