HUJJAH
1) Hujjah, adakalanya nagliyyah dan “agliyyah, Sedangkan pembagian hujjah ‘agliyyah ini ada lima macam secara jelas.
2) Khithabah, Syi’ir, Burlian, jadal, dan yang kelima adalah safsatah. Maka kamu akan mendapatkan pengharapanmu.
TINGKATAN HUJJAH
1) Hujjah paling kuat adalah burhan. Yaitu giyas yang disusun dari beberapa mukaddimah yang dibarengi yagin (keyakinan).
2) (Mukaddimah bersifat yakin) ini dihasilkan dari awwaliyyat, musyahadat, mujarrabat, mutawattirat….
3) …. hadasiyyat, dan mahsusat. Itulah kumpulan dari mukaddimah bersifat yakin.
4 Dan tentang menunjukkannya (keyakinan dan dugaan) pada mukaddimah, atas (keyakinan dan dugaan) pada natijah, terdapat perbedaan pendapat…
5) (Pendapat pertama) bersifat ‘agli, atau (kedua) ‘adiy, atau (ketiga) atau (keempat) wajib. Dan dapat dikuk ( pat) waj (pendapat) pertama adalah yang dikukuhkan
KESALAHAN DALIL
1) Kesalahan burhan sekiranya dijumpai, adakalanya terjadi dalam madah (penyusun) atau dalam shurah (bentuk). Bagian pertama….
2) …adakalanya) pada sisi lafadz, seperti isytirak (persekutuan makna), atau seperti menjadikan lafadz yang berbeda maknanya (tabayun) menyamai lafadz yang semakna (muradif) dari sisi pengambilannya.
3) Dan pada sisi makna, karena keserupaan gadliyah yang mengandung kebohongan dengan gadliyah yang benar. Maka pahamilah bahasa perkataannya.
4) Seperti menjadikan ‘aradli seperti dzati. Atau menjadikan natijah menyamai salah satu dari beberapa mukaddimahnya.
5) Dan menghukumi jenis dengan hukum nau’. Serta menjadikan selain gath’i seperti gath’i.
6) Kesalahan yang kedua (shurah / bentuk) adalah seperti keluar dari beberapa syakl dari giyas. Dan meninggalkan syarat dalam pencetusan natijah, merupakan penyempurna dari kesalahan shurah.
PENUTUP
1) Bab penutup ini adalah penyempurna tujuan yang dimaksud dari dasardasar manthig yang terpuji.
2) Sungguh telah selesai, dengan memuji Tuhan Penguasa Subuh, apa yang aku inginkan dari cabang ilmu manthig.
3) Yang telah disyairkan oleh seorang hamba yang hina, dan amat membutuhkan rahmat dari Pemberi Nikmat, Yang Maha Agung dan Maha Kuasa.
4) Seorang dari wilayah Akhdhar, yang menyembah Allah Yang Maha Pengasih, dan mengharap dari Tuhannya yang Maha Memberi Nikmat…
5) ..pengampunan yang menghilangkan semua dosa dan membuka penutup hati,
6) Dan (mengharap) Dia membalasku dengan surga yang tinggi. Karena Allah swt Pemberi Anugerah Paling Mulia,
7) Jadilah, wahai saudaraku, orang yang memudahkan bagi mubtadi’ (pemula), Dan jadilah orang yang mengharapkan kebaikan dalam membenarkan kesalahan.
8) Perbaikilah kesalahan dengan melalui analisa, dan jika hanya sekilas pandang saja, maka janganlah kamu menggantinya.
9) Karena telah diterangkan, “Banyak ditemukan orang memalsukan ucapan benar, lantaran sebab jeleknya pemahaman yang ia miliki”.
1) Katakan kepada mereka yang tidak adil terhadap tujuanku, ‘pembelaan adalah hak yang wajib bagi pemula’.
2) Dan bagi anak-anak usai dua puluh satu tahun, terdapat alasan yang bisa diterima dan dinilai baik.
3) Terlebih (bagi seusia seseorang) yang hidup di abad ke sepuluh hijriyah, yang lekat dengan kebodohan, kerusakan dan banyaknya fitnah.
4) Dan pada permulaan Muharram, syair berbahar Rajaz ini dibuat dan tersusun.
5) Pada tahun empat puluh satu, setelah tahun sembilan ratus.
6) Kemudian shalawat dan salam moga abadi tercurahkan kepada Rasulillah, sebaik-baik orang yang member petunjuk.
7) Kepada keluarga dan para sahabatnya yang terpercaya, yang selalu berjalan di jalan keselamatan.
8) Selama matahari siang menempuh sekumpulan bintang, dan selama bulan purnama yang bersinar terbit di kegelapan.
One Comment