TANAQUDH
1) Tanaqudh (perlawanan) adalah perbedaan antara dua gadhiyah dalam segi kaif (positif-negatif) dan kebenaran salah satunya (serta kebohongan yang lain) merupakan perkara yang diikuti.
2) Apabila qadhiyah tersebut berbentuk syakhshiyah atau muhmalah, maka perlawanannya dari segi kaif adalah dengan kamu mengganti kaif dari gadhiyah tersebut.
3) Jika gadhiyah tersebut dibatasi dengan siir maka perlawanannya adalah dengan menggunakan kebalikan dari stir gadhiyah tersebut.
4) Dan jika gadhiyah tersebut berbentuk mujabah kulliyah, maka perlawanannya adalah salibah juz’iyah.
5) Kemudian apabila berbentuk salibah kulliyah, maka perlawanannya adalah mujabah juz tyah.
AKS MUSTAWI
1) ‘Aks mustawi adalah membalik dua juz gadhiyah disertai tetapnya kebenaran dan kaifiyah (ijab-salb).
2) Serta tetapnya kamm (kulliyahjuz’iyyah), kecuali kamm mujabah kuliyyah, maka ahli Mantiq menggantinya dengan mujabah juz’iyyah.
3) “Aks mustawi adalah kelaziman pada (setiap gadhiyah), selain bentuk yang di dalamnya terkumpul dua perkara yang rendah (juz’iyyah dan salibah), maka berbuat adillah dalam segala hal.
4) Dan menyamai bentuk yang terkumpul dua hal yang rendah adalah muhmalah salibah, karena bentuk ini kekuatan maknanya menyamai juz’iyyah salibah.
5) ‘Aks secara istilah dijumpai dalam susunan yang bersifat fhab’iy (karakteristik) dan ‘aks tidak dijumpai dalam susunan yang bersifat wadl’iy (penyebutan pembicara).
QIYAS
1) Sesungguhnya qiyas adalah ucapan atau pemikiran yang tersusun dengan bentuk tertentu dari beberapa gadhiyah dan dengan pendirinya (dzatiyah) menetapkan ucapan lain.
2) Kemudian giyas menurut ahli Mantiq ada dua macam. Termasuk di antaranya ada yang dinamakan igtirari.
3) (Qiyas igtirani) adalah giyas yang menunjukkan pada natijah (kesimpulan) dengan maknanya. Dan giyas igtirani tertentu hanya dalam gadhiyah harliyah.
4) Apabila kamu menghendaki menyusun giyas, maka susunlah mukaddimah-mukaddimahnya sesuai ketentuan yang diharuskan.
5) Urutkanlah beberapa mukaddimah dan kajilah yang shahih dan yang fasid dengan melakukan uji coba (eksperimen).
6) Karena kelaziman (kesimpulan) dari beberapa mukaddimah akan muncul menyesuaikan mukaddimah-mukaddimahnya.
SYARAT QIYAS IQTIRANI
1) Mukaddimah yang berbentuk shughra dari beberapa mukaddimah yang ada, maka had ashghar-nya wajib termuat dalam pemahaman had awsath dari mukaddimah kubra.
2) Mukaddimah yang memiliki had ashghar adalah yang disebut shughra dari keduanya. Sedangkan yang memiliki had akbar adalah yang disebut kubra dari keduanya.
3) Dengan demikian, had ashghar termuat dalam pemahaman had akbar (karena termuat dalam awsath-nya). Dan wasath (awsath) kemudian ditinggalkan saat mencetuskan natijah.
SYAKL
1) Syakl menurut ahli Mantiq diucapkan atas sebuah bentuk yang dihasilkan dari susunan dua gadhiyah giyas…
2) …dengan tanpa (disyaratkan) mempertimbangkan beberapa sir. Karena apabila mempertimbangkan beberapa siir, maka bentuk tersebut diidentifikasi (disebut) dengan nama dharb.
3) Dalam beberapa mukaddimah (dua mukaddimah) terdapat bermacam syakl yang hanya berjumlah empat, sesuai had wasatli-nya.
4) Menjadikan had wasath sebagai mahmul pada mukaddimah shughira dan menjadi mawdhu’ pada mukaddimah kubra disebut syakl pertama. Dan hal tersebut bisa difahami.
5) Menjadikan had wasath sebagai inahmul pada kedua mukaddimah disebut syakl kedua. Dan menjadikan had wasath sebagai mawdhu’ pada kedua mukaddimah disebut syakl ketiga.
6) Bentuk keempat dari syakl adalah kebalikan syakl pertama. Dan peringkat kesempurnaan syakl adalah sesuai dengan urutan ini.
7) Apabila berpindah dari urutan (ada pengulangan had wasath) semacam ini, maka giyas akan menjadi rusak runtutannya…………
SYARAT SYAKL
1) ….. Kemudian membahas syakl pertama…
2) ..maka syaratnya mukaddimah shughra harus mujabah dan mukaddimah kubra-nya diketahui berbentuk kulliyah.
3) Dan syakl kedua, syarat yang ada adalah kedua mukaddimahnya berbeda dalam segi kaif-nya (ijab dan salb) serta mukaddimah kubra harus berbentuk kuliyyah.
4) (Syarat) syakl ketiga adalah ijab dalam mukaddimah shughra dan diketahui salah satu dari kedua mukaddimah harus berbentuk kuliyyah.
5) Syakl keempat (disyaratkan) tidak berkumpulnya dua perkara yang rendah (juz’iyyah dan salibah), kecuali dalam satu bentuk, maka dalam bentuk ini jelas terkumpul dua perkara yang rendah.
6) (Satu bentuk di atas) adalah mukaddimah shughra berupa mujabahjuz’iyyah, dan mukaddimah kubra berupa salibah-kuliyyah.
7) Maka yang mencetuskan natijah dari syakl pertama ada empat macam dharb, seperti syakl kedua. Kemudian dari syak! ketiga ada enam macam dharb.
8) Syakl keempat mencetuskan natijah dengan lima macam dharb. Dan selain yang telah aku sebutkan, tidak dapat mencetuskan natijah.
One Comment