Bab Tayammum
40 – عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ – رضي الله عنه -: ((أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – رَأَى رَجُلاً مُعْتَزلاً , لَمْ يُصَلِّ فِي الْقَوْمِ؟ فَقَالَ: يَا فُلانُ , مَا مَنَعَكَ أَنْ تُصَلِّيَ فِي الْقَوْمِ؟ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَصَابَتْنِي جَنَابَةٌ , وَلا مَاءَ , فَقَالَ: عَلَيْك بِالصَّعِيدِ , فَإِنَّهُ يَكْفِيَكَ)) .
40. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang yang menyendiri dan tidak ikut shalat bersama yang lain, maka Beliau bertanya, “Wahai fulan, mengapa engkau tidak ikut shalat bersama yang lain?” Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, saya terkena junub dan tidak ada air,” Beliau bersabda, “Hendaknya engkau menggunakan debu (bertayammum), karena itu cukup bagimu.”
41 – عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((بَعَثَنِي النَّبِيُّ – صلى الله عليه وسلم – فِي حَاجَةٍ , فَأَجْنَبْتُ , فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ , فَتَمَرَّغْتُ فِي الصَّعِيدِ , كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ , ثُمَّ أَتَيْتُ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ , فَقَالَ: إنَّمَا يَكْفِيَكَ أَنْ تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا – ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ الأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً , ثُمَّ مَسَحَ الشِّمَالَ عَلَى الْيَمِينِ , وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ)) .
41. Dari Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhuma ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutusku untuk suatu keperluan, lalu aku tertimpa junub, maka aku berguling di tanah sebagaimana hewan berguling, lalu aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan hal itu, maka Beliau bersabda, “Sesungguhnya cukup bagimu berbuat begini dengan kedua tanganmu,” lalu Beliau menepuk ke tanah dengan kedua tangannya sekali tepuk, kemudian mengusapkan tangan kiri ke atas tangan kanan, dan mengusapkan bagian atas kedua telapak tangan dan ke wajahnya.”
42 – عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما: أَنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: ((أُعْطِيتُ خَمْساً, لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنْ الأَنْبِيَاءِ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ , وَجُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا , فَأَيُّمَا رَجُلٌ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاةُ فَلْيُصَلِّ , وَأُحِلَّتْ لِي الْمَغَانِمُ , وَلَمْ تَحِلَّ لأَحَدٍ قَبْلِي , وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً , وَبُعِثْتُ إلَى النَّاسِ عَامَّةً)) .
42. Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku, yaitu: aku ditolong dengan dijadikan musuh takut kepadaku meskipun masih berada jauh perjalanan sebulan, dijadikan bumi sebagai masjid dan alat bersuci. Oleh karena itu, siapa saja dari umatku yang mendapatkan waktu shalat, maka hendaknya ia shalat. Demikian pula dihalalkan bagiku harta rampasan perang, dimana harta itu tidak dihalalkan untuk seorang pun sebelumku, aku diberi hak memberi syafaat (uzhma/agung), dan dahulu nabi itu diutus kepada kaum tertentu, sedangkan aku diutus kepada semua manusia.”








One Comment