Bersuci
الطهارة
مَا الطَّهَارَةُ
SOAL : apa itu bersuci
هِيَ فِعْلُ مَا لَا تَصِحُّ الصَّلَاةُ اِلَّا بِهِ كَإِزَالَةِ النَّجَاسَةِ وَالْاِسْتِنْجَاءِ وَالْوُضُوْءِ وَالْغُسْلِ وَالتَّيَمُّمِ
JAWAB : yaitu melakukan suatu perkara yang tidak sah sholatnya kecuali dengan melakukan sesuci seperti menghilangkan najis , cewok , wudhu , mandi dan tayammum
مَا وَسَائِلُ الطَّهَارَةِ
SOAL : apa perantara sesuci itu
الْمَاءُ وَالتُّرَابُ وَالْحَجَرُ وَالدَّبْعُ (وَالصَّابُوْنُ)
JAWAB : air , debu , batu , sama’ ,dan ,(sabun)
مَا الَّذِيْ يَجُوْزُ بِهِ التَّطْهِيْرُ
SOAL : apa perkara yang diperbolehkan bersuci
هُوَ كُلُّ مَا نَزَلَ مِنَ السَّمَاءِ أَوْ نَبَعَ مِنَ الْأَرْضِ وَلَمْ يَكُنْ مُتَنَجِّسًا وَلَا مُسْتَعْمَلًا
JAWAB : ialah setiap perkara yang turun dari langit atau menyumber dari bumi dan tidak ada baginya kejatuhan najis dan musta’mal
مَا الْمُتَنَجِّسُ
SOAL : apa air yang terkena najis itu
هُوَ الْمَاءُ اْلقَلِيْلُ الَّذِيْ وَقَعَتْ فِيْهِ نَجَاسَةٌ
JAWAB : ialah air yang sedikit yang kejatuhan najis didalamnya
مَا الْمَاءُ الْمُسْتَعْمَلُ
SOAL : apa air musta’mal itu
هُوَ الْمَاءُ الْقَلِيْلُ الْمُسْتَعْمَلُ فِيْ رَفْعِ حَدَثٍ أَوْ إِزَالَةِ نَجِسٍ
JAWAB : ialah air yang sedikit yang sudah digunakan untuk menghilangkan hadast atau menghilangkan najis
مَا الْمَاءُ الْقَلِيْلُ
SOAL : apa air sedikit itu
هُوَ مَا دُوْنَ الْقُلَّتَيْنِ
JAWAB : ialah air yang kurang dari dua qullah
مَا الْمَاءُ الْكَثِيْرُ
SOAL : apa air banyak itu
هُوَ مَا بَلَعغَ قُلَّتَيْنِ فَأَكْثَرَ
JAWAB : ialah air yang sudah mencapai dua qullah atau lebih
مَا الْقُلَّتَانِ
SOAL : apakah dua kullah itu :
الْقُلَّتَانِ عِبَارَةٌ عَنْ 148 أُقَّةً تَقْرِيْبًا أَوْ مِقْدَارُ مَا تَسَعُهُ بِرْكَةُ مَاءٍمُرَبَّعَةٌ طُوْلُهَا ذِرَاعٌ وَرُبْعُ ذِرَاعٍ وَعَرْضُهَا وَعُمْقُهَا كَذَلِكَ
JAWAB : dua qullah adalah suatu keterangan dari air sebanyak seratus empat puluh delapan ukkah menurut kira kira sebuah kamar mandi yang memuat air dengan ukuran persegi empat yang panjangnya itu satu seperempat dzira'(hasta kira kira 65 cm) sedang luas dan dalamnya juga sedemikian itu (yakni satu seperempat dzira’)









One Comment