Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Jurumiyah Karya Imam Sonhaji

BAB HAL – بَابُ الْحَالِ

الْحَالُ هُوَ الْاِسْمُ الْمَنْصُوْبُ الْمُفَسِّرُ لِمَا اَنْبَهَمَ مِنَ الْهَيْئاتِ ، نحو قَوْلِكَ: جَاءَ زَيْدٌ رَاكِبَاً، وَرَكِبْتُ الْفَرَسَ مُسْرَجَاً، وَلَقِيْتُ عَبْدَ اللهِ رَاكِبَاً، وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ.

Hal ialah isim yang dibaca nashob yang menerangkan tingkah laku yang samar. Seperti contoh ucapanmu: jaa a zaidun raakiban (zaid telah datang dengan menunggang kuda) , rakibtu alfarasa musarrajan (aku telah menunggang kuda dengan memakai pelana) , laqiitu abdullahi raakiban (aku bertemu dengan abdullah sambil menunggang) .

وَلاَ يَكُوْنُ الْحَالُ إِلَّا نَكِرَةً، وَلَا يَكُوْنُ إِلَّا بَعْدَ تَمَامِ الْكَلَامِ، وَلَا يَكُوْنُ صَاحِبُهَا إِلَّا مَعْرِفَةً

Hal itu wajib berupa isim nakirah dan tidak ada hal kecuali sesudah sempurnanya kalam/perkataan ( yakni tidak terdapat pada pertengahan kalam) , dan tidak ada shahibul hal (lafadz yang mempunyai hal) kecuali harus berupa isim ma’rifat.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker