Pembukaan Kitab
Faedah: lafadz rob datang untuk beberapa makna yang dinadzomkan sebagian ulama, ia berkata:
Dekat, meliputi, pemilik, pengatur, pendidik, banyaknya kebaikan, pemberi nikmat, pencipta kita, yang disembah, penutup kegelisahan kita, kebaikan kita, teman, tetap, dahulu, pengumpul kita, junjungan, jagalah, ini adalah makna-makna untuk rob, dan doakan orang yang menanamkan. Dari catatan syekh Ibrahim Al Bajuri terhadap Syarah Ibnu Qosim.
Faedah: jika seorang hamba menggunakan seluruh apa yang diberikan Allah kepadanya di satu waktu maka Allah dinamakan Syakur, dan jika seorang hamba menggunakan hal tersebut di waktu yang berbeda-bedq maka dinamakan Sakir. Dan dapat diarahkannya nikmati satu waktu dengan mengarahkannya seorang jenazah yang berpikir di ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Faedah: sebagian ulama berkata keutamaan itu ada tujuh: jujur, malu, rendah hati, dermawan, menepati janji, ilmu, melaksanakan amanah. Catatan Sulaiman Al Jamal terhadap Syarah minhaj.
Dan ketahuilah bahwa manusia memiliki syariat, yaitu beribadah kepada Allah, menyembah Allah adalah syariat bagi mereka, karena ibadah adalah tujuan dari syariat, walaupun syariat menurut ahli fiqih adalah yang disyariatkan Allah berupa hukum. dan toriqah yaitu menuju dengan ilmu dan amal. dan hakikat yaitu hasil dari syariat dan thariqah. Haqiqah yaitu kamu menyaksikan cahaya yang di titipkan Allah di tengah hati, bahwa setiap batin memiliki dhohir, dan sebaliknya, seperti melubangi nya nabi Khidir kapal, walaupun secara dhohir adalah kemungkaran, tapi boleh secara bathin, karena menyebabkan keselamatan perahu dari rampasan raja. Dan sebaiknya kamu mengetahui hakekat dengan mengetahui batin perkara, seperti pengetahuan nabi hadir tentang apa yang dilakukannya bersama nabi Musa, berupa melobangi kapal dan lainnya ada kebaikan walaupun dhohir nya adalah kerusakan. dan syariah adalah dhohir , dan haqiqah adalah batinnya.dan keduanya saling keterkaitan seperti yang diterangkan dan dicontohkan bahwa tiga tiganya seperti kelapa, syariah seperti kulit yang luar, toriqah seperti Sari yang dalam, hakikat seperti minyak yang di dalam sari. dan tidak bisa sampai pada Sari kecuali dengan melobangi kulit. dan tidak pada minyak kecuali dengan melembutkan kan Sari. dari catatan Buccheri mi terhadap iqna’.





One Comment